Peringati Hari Sumpah Pemuda, Pemko Pariaman gelar Upacara

Advertisements

Padang-today.com___Pemerintah Kota Pariaman menggelar Upacara Bendera dalam rangka memperingati 90 Tahun Sumpah Pemuda, di halaman Balaikota Pariaman, senin (29/10). Bertindak selaku Inspektur Upacara, Walikota Pariaman, Genius Umar, dan pelaksana upacara dari DPD KNPI Kota Pariaman yang baru.

Hadir lengkap Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pariaman, Sekda, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Kabag, Camat, dengan peserta upacara dari unsur TNI, Polri, Perhubungan, Pol PP, ASN Pemko Pariaman, dan utusan pelajar dari SD, SMP dan SMA yang hadir.

Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober ini, untuk Kota Pariaman baru dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober, bertepatan pada hari senin, dimana setiap senin Pemko Pariaman melaksanakan upacara bendera.

Genius Umar dalam sambutannya mengatakan agar Pemuda harus aktif, kreatif, intelektual, produktif dan inovatif, dan dapat berdaya saing, sehingga dengan adanya arus globalisasi yang cukup deras saat ini, mereka telah mempunyai bekal dan karakter yang kuat untuk berkarya.

“Pemuda harus bisa mengexplore dirinya, memanfaatkan kelebihan yang ada pada dirinya, untuk dapat diterapkan dalam kehidupannya. Selain itu, pemuda harus membetengi dirinya dengan iman dan taqwa, sehingga generasi muda kita mempunyai karakter untuk dapat bersaing dengan para pemuda dari negara lain”, tuturnya.

Walikota Pariaman yang baru 20 hari memimpin Kota Pariaman ini, juga membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nahrawi, pada peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) tahun 2018.

Dalam amanat Menpora, tema yang diambil dari HSP 2018 ini adalah “Bangun Pemuda, Satukan indonesia”, dimana Imam Nahrawi mengharapkan agar pentingnya pembangunan kepemudaan dalam melahirkan generasi muda yang berilmu, beriman dan berkarakter.

“Generasi muda harus mempunyai iman dan taqwa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, berbudi pekerti luhur, bertanggung jawab, serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan, dan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dalam kerangka NKRI”, tuturnya.

Pesatnya arus tekhnologi informasi, ibarat dua mata pisau, Satu sisi, dia memberikan jaminan kecepatan informasi dan memungkinkan pemuda meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam penegembangan sumber daya untuk peningkatan daya saing, Tapi di sisi lain, teknologi membawa dampak negatif informasi bersifat destruktif, mulai dari hoaks, hate speech, pornografi, narkoba, pergaulan bebas, dan radikalisme serta terorisme,” kata Imam Nahrawi dalam amanatnya.

“Kalau pemuda generasi terdahulu, mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primodial suku, agama, ras, dan kultur menuju persatuan dan kesatuan, maka tugas pemuda saat ini adalah harus mampu membuka pandangan keluar batas-batas tembok kekinian dunia, demi menyyongsong masa depan yang lebih baik”, tutup Genius Umar membacakan amanat Mempora Imam Nahrawi.

Setelah upacara bendera dilanjutkan dengan penyerahan piala dan tabanas kepada para pemenang lomba Pemuda Pelopor dan UKS terbaik mulai dari tingkat TK, SD, SMP dan SMA sederajat. (Suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*