Peringati Milad LKC DD, Dompet Dhuafa Singgalang gelar Program HCTPS

PADANG, PADANGTODAY.COM-Dompet Dhuafa Singgalang gelar Program Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCPTS) Se-dunia 2014 bertepatan dengan Milad Layanan Kesehatan Cuma-cuma Dompet Dhuafa yang ke-13, Sabtu (1/11) mendatang. Acara diadakan di SD Negeri 17 Jawa Gadut.

Menurut Manager Relief and Charity Dompet Dhuafa Singgalang, Karsini, program ini dilakukan secara nasional di Aceh, Palembang, Padang, Serang, Bandung, Purwokerto, Yogyakarta,  Makassar, Kupang, dan Kalimantan Timur. “Ditargetkan 13.130 tangan yang ikut dalam program,” paparnya Rabu (29/10).

Diterangkannya, cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) adalah perilaku sehat yang terbukti secara ilmiah dapat mencegah penyebaran penyakit menular, seperti Kecacingan, Diare, ISPA, dan Flu Burung. Hari Cuci Tangan Pakai Sabun adalah sebuah kampanye global yang dicanangkan oleh PBB bekerjasama dengan organisasi-organisasi lainnya baik pihak pemerintah maupun swasta untuk menggalakkan perilaku mencuci tangan dengan sabun oleh masyarakat sebagai upaya untuk menurunkan tingkat kematian balita dan pencegahan terhadap penyakit yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia.

Menurut perwakilan Dana PBB untuk Anak-anak (Unicef) untuk Indonesia, Angela Kerney, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan 31.200 anak balita di Indonesia meninggal tiap tahun karena diare. Di dunia diperkirakan 1,87 juta anak balita terancam diare. Diare jadi penyebab kematian bayi dan anak balita kedua terbanyak setelah pneumonia. Angka morbiditas Diare dan Kecacingan di Indonesia masih tinggi, oleh karena itu penting untuk menyebarluaskan pesan CTPS untuk mencegah penyebaran kedua penyakit. tersebut.

Branch Manager Dompet Dhuafa Singgalang, Musfi Yendra, juga menyampaikan fokus penyampaian CTPS adalah anak-anak usia Sekolah Dasar, tenaga profesional, dan para ibu yang aktivitasnya bersentuhan dengan makanan sebab kelompok itu memiliki peran penting angka kematian anak dibawah lima tahun akibat penyakit. “Menanamkan kebiasaan mencuci tangan pakai sabun harus sedini mungkin,  anak-anak mencuci tangan sebelum makan, setelah buang air, serta setelah kontak dengan tanah dan binatang,” tuturnya.

Data WHO, perilaku mencuci tangan pakai sabun mengurangi angka kejadian diare 45 persen, mencegah penyebaran kecacingan, menurunkan kasus infeksi saluran pernapasan akut, dan flu burung 50 persen. Penyakit mata dan infeksi kulit dicegah. Jika perilaku itu diikuti pembangunan sanitasi berbasis masyarakat, seperti jamban sehat, aliran air bersih, drainase, dan lingkungan yang bersih, kasus-kasus tersebut dapat turun hingga hingga 90 persen. Langkah ini akan menyelamatkan hidup anak-anak kita generasi penerus bangsa dari berbagai penyakit menular. (*/w/can)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*