Pertahankan Budaya Seni Tradisi Sebagai Kota Wisata

Wawako Mawardi

Wawako Mawardi

Advertisements

PADANGTODAY.COM — Wakil Wali Kota Padangpanjang, Mawardi menyebut tidak hanya pendidikan dan agama, Padangpanjang sebagai salah satu kota wisata di Sumbar sampai saat ini masih memiliki budaya tradisi yang terus dipertahankan. Keberadaan Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, turut memberi warna terhadap bertahannya budaya di kota yang wilayahnya terdiri atas dua kecamatan ini.
“Banyak sanggar seni tradisi yang hidup di Padangpanjang. Keberadaan ISI dengan mahasiswa dan entitas akademis merupakan salah satu mitra pemerintah diakui selama ini telah berupaya memberi perhatian dan turut mengembangkan seni tradisi yang dianggap tertinggal, dengan mengemasnya menjadi lebih menarik,” ujar Mawardi.
Pendiri Sanggar Aguang dan satu-satunya penari yang menguasai tari tradisi Piriang Saluah, Asnimar Elkar, menyebut salah satu kebanggaan menjadi bagian dari masyarakat Padangpanjang adalah dengan turut mempertahankan kesenian tradisi. Tari piriang saluah merupakan tari piring dengan penari membawa obor di atas kepala, disebutkan tidak begitu banyak generasi seni yang menguasai sampai saat ini.
“Membawa obor di kepala itu tidak mudah, membutuhkan keseimbangan dan konsentrasi tinggi. Obor itu penerang dan tidak mudah menjadi penerang, kita harus melihat lurus ke depan, bukan ke atas atau ke bawah karena pasti akan jatuh. Tari ini dengan segala geraknya itu, mengandung filosofi hidup yang sangat mendalam,” ujar Asnimar yang juga sebagai tenaga pengajar di kampus ISI tersebut.
Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat, dengan sangat terbukanya arus informasi menyebabkan mulai melunturunya nilai-nilai moral. Anak-anak muda yang bersekolah atau berkuliah di luar daerah, ketika kembali membawa nilai-nilai yang lebih bebas. “Sekarang ini anak-anak lebih asyik dengan gawai. Anak-anak lebih sibuk dengan dunia luar, dengan internet. Masih ada sedikit yang mau berlatih tari. Ini kami pertahankan,” ujar Asnimar.
Dia optimistis masih banyak anak-anak yang tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur, agama, dan tradisi. Peran orangtua, pendidik, serta lingkungan, termasuk di dalamnya upaya pemerintah, akan sangat menentukan pembentukan karakter anak dan bangsa ke depan.
Termasuk kehadiran Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) juga mempertegas upaya Kota Padangpanjang dalam mempertahankan kebudayaan. Rumah gadang yang menjadi gedung utama digunakan untuk ruang pameran yang berisi buku, foto-foto lama, mikro film, dan pakaian tradisional menjadi salah satu gerbang untuk membawa generasi penerus memasuki dunia kebudayaan Minangkabau untuk mendalaminya.

(nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*