Pertamina Batasi Penjualan Solar

Antisipasi-Kenaikan-BBM-230614-adm-2-846x475Jakarta, PADANGTODAY.com – Kementerian Keuangan mendukung kebijakan pembatasan penjualan solar bersubsidi di beberapa daerah mulai awal bulan ini. Kebijakan Badan Pengatur Usaha Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) bersama PT Pertamina itu, kata bendahara negara, turut mendukung target belanja energi APBN Perubahan 2014.

Menteri Keuangan Chatib Basri menyatakan amanat APBN tahun ini sudah mematok konsumsi BBM bersubsidi baik premium dan solar, maksimal 46 juta kiloliter.

Chatib menilai otoritas yang berwenang mengelola BBM tak punya banyak pilihan, mengingat transisi pemerintahan sudah di depan mata.

“Habis mau apa lagi (cara pengendalian konsumsi BBM). Umur pemerintahan ini kan tinggal 4 bulan, pokoknya 46 Juta kiloliter sampai 31 Desember,” ujarnya selepas halal bi halal bersama pegawai Kementerian Keuangan di Jakarta, Senin (4/8).

Menkeu mengakui ada beberapa wacana alternatif buat mengendalikan konsumsi BBM masyarakat. Di antaranya menurunkan CC mobil yang keluar di pasaran. Tapi kebijakan semacam itu makan waktu, dan lebih baik dilaksanakan pemerintahan baru, hasil pemilu 2014.

“Kalau mau nurunin CC berapa lama jadinya, lalu berapa lama buat aturannya, nanti keluarnya Januari kan sudah lewat, orang sampai 31 Desember. Pokoknya yang harus dilakukan sampai akhir tahun 46 juta KL, caranya bagaimana terserah nanti ESDM,” kata Chatib.

Terhitung sejak 1 Agustus 2014, Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengeluarkan surat edaran No. 937/07/Ka BPH/2014 tanggal 24 Juli 2014. Isinya soal pembatasan penjualan BBM bersubsidi, khususnya solar.

“Langkah yang kami buat ini bersifat jangka pendek, jangan sampai kita sudah pilpres aman, pemerintah baru, tapi justru minyak langka,” ujar anggota komite BPH Migas Ibrahim Hasyim kepada merdeka.com, kemarin.

Ada beberapa jenis dan cara pembatasan penjualan solar subsidi. Pertama, seluruh SPBU di Jakarta Pusat tidak menjual solar subsidi. Kedua, pembatasan jam penjualan solar subsidi terhitung mulai pukul 08.00-18.00.

Di atas itu, SPBU di beberapa daerah dilarang melayani pembelian solar. Ketiga, SPBU yang beroperasi di jalan tol dilarang menjual premium dan solar bersubsidi.

Dana subsidi energi dalam APBN Perubahan 2014 mencapai Rp 453 triliun. Dari total alokasi anggaran subsidi energi tersebut, sebesar Rp 350,3 triliun hanya untuk subsidi BBM.
(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*