Pertamina Berencana Menaikkan Harga Elpiji 12 Kg

kenaikan-harga-gas-elpiji_663_382Jakarta, PADANGTODAY.com – Pertamina akan berencana menaikkan harga elpiji 12 Kg, atas rencana tersebut timbul berbagai kritik. Sebab, kebijakan tersebut bakal berdampak pada tekanan inflasi yang pada akhirnya membuat ekonomi bergerak lambat.

“setiap harga kebutuhan pokok yang dikontrol pemerintah akan berdampak pada inflasi” Ujar Pengamat ekonomi Hendri Saparini

Hendri juga mengatakan (gas elpiji) merupakan komoditas strategis. Benar berdampak pada inflasi, serta pelambatan ekonomi akan terjadi walau BI menjaga tingkat suku bunga untuk meredam inflasi. Meski begitu Hendri mengaku belum menghitung berapa besar potensi kenaikan inflasi imbas dari kenaikan harga elpiji 12 Kg ini.

Dalam pandangannya, jika pemerintah atau Pertamina ngotot menaikkan harga elpiji 12 Kg seharusnya terlebih dulu memastikan pendapatan dan daya beli masyarakat meningkat.

“Kelompok bawah itu nilai tukar mereka masih rendah. Sebagai contoh nilai tukar petani tidak naik naik. Kalau mau melakukan kenaikan harga energi, daya beli dan pangan harus dijaga, agar tidak ada inflasi,” tutupnya.

Sebelumnya, Pertamina mengklaim rencana kenaikan harga gas 12 kg sudah mendapat lampu hijau dari pemerintah. Rencananya, 1 Januari dan 1 Juli tahun depan, harga gas akan naik Rp 1.500 per kilogram. Harga itu dipertahankan pada dua kali penaikan pada 2016.

Tetapi, Pertamina justru melihat, pada agustus tahun ini merupakan saat tepat untuk menaikkan harga gas 12 kg. “Agustus ini timing yang tepat, naik sekitar Rp 1.000 sampai Rp 1.500, sampai mencapai harga keekonomian, saya tekankan kepada pengguna elpiji 12 kg,” kata Juru Bicara PT Pertamina Ali Mudakir di Kementerian Keuangan, Rabu (13/8).

(mr/nol)