Pesantren Insan Cendekia Sumbar Wisuda 223 Santri, Siap Menjadi Cendekiawan

Pelaksanaan Wisuda Akbar Angkatan Pertama Pesantren Terpadu Insan Cendekia Sumatera Barat, Minggu (22/5).

Pelaksanaan Wisuda Akbar Angkatan Pertama Pesantren Terpadu Insan Cendekia Sumatera Barat, Minggu (22/5).

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Wisuda Akbar Angkatan Pertama dilaksanakan oleh Pesantren Terpadu Insan Cendekia Sumatera Barat, Minggu (22/5). Perhelatan tersebut digelar di Auditorium Politani Tanjung Pati Payakumbuh Sumatera Barat. Hadir dalam acara tersebut Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Payakumbuh,  Drs. H. Asrafaber, MM dan Kabid SMP-SMA Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Drs. H. Agustion yang hadir mewakili Wali Kota Payakumbuh.

Disampaikan oleh Pimpinan Pesantren Terpadu Insan Cendekia, H. Ahmad Maududi, Lc. MA, jumlah wisudawan tingkat SMP sebanyak 200 orang dan wisudawan tingkat SMA sebanyak 23 orang. Ditambah lagi 85 orang wisudawan hafidzul Qur’an yang telah mengkhatamkan hafalan Qur’annya.

“Tak terasa, 10 Maret 2010 lalu Pesantren ini didirikan dan menerima 34 orang santri. Sekarang sudah mewisuda 100 orang santri SMP IT putra, 100 orang santri SMP IT putri, 23 orang santri SMA IT putra, ditambah lagi 85 orang wisudawan hafidzul Qur’an. Tahun ini kita sudah menerima santri baru 400 orang. Jadi jumlah santri kita seluruhnya sudah mencapai 1085,” papar H. Maududi sembaru bersyukur haru.

Pesantren didirikan H. Maududi bersama Ustadz H Hannan Putra Lc tersebut telah melahirkan puluhan hafidzul Qur’an dan ratusan penghafal Al-Qur’an lainnya yang sebentar lagi menamatkan hafalan mereka. Menurutnya, Al-Qur’an adalah modal dasar dalam menuntut berbagai macam ilmu pengetahuan.

“Capaian kita sejauh ini adalah berkah dari penghafal-penghafal Al-Qur’an yang ada di pesantren kita. Saat ini kita sudah punya dua kampus di Kota Payakumbuh dan satu lokasi Kampung Penghafal Al-Qur’an yang baru Selasa kemarin kita resmikan dengan Gubernur Sumatera Barat,” jelasnya.

Tak lupa, pimpinan Pesantren Insan Cendekia tersebut juga memesankan kepada wisudawan agar terus menjaga kebiasaan-kebiasaan positif setelah meninggalkan lingkungan Pesantren.

“Selama ini kemana-mana bawa Qur’an, rajin shalat duha, suka murajaah dan menghafal Al-Qur’an. Setelah tamat tetaplah pelihara kebiasaan-kebiasaan tersebut,” pesannya.

Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Payakumbuh , Drs. H. Asrafaber, MM, menambahkan dengan adanya Pesantren Insan Cendekia di Kota Payakumbuh diharapkan dapat membawa nama Payakumbuh ke panggung nasional bahkan internasional. Menurutnya, Kota Payakumbuh sudah menjadi barometer pendidikan tingkat Sumatera Barat.

“Saya sudah tiga kali jadi Kepala Kemenag. Di Payakumbuhlah saya merasakan hati yang lega. Di Payakumbuh juga yang mendapatkan pengelolaan pendidikan terbaik di Sumayera Barat. Kita hatapkan Payakumbuh menjadi barometer pendidikan,” ujarnya.

Asfaber berkisah ketika ia diundang menghadiri upacara bendera di kampus Pesantren Insan Cendekia. Ia mengaku mendapat kesan berbeda ketika berkunjung ke kampus tersebut. “Ketika saya menghadiri upacara bendera di Insan Cendekia, berdiri bulu kuduk saya. Terbayang oleh saya, rasanya Insan Cendekia inilah yang membangkitkan Kota Payakumbuh,” kisahnya.

Perwakilan orang tua wali murid santri, H. Hasnul Fachri SPd turut mengapresiasi model pendidikan yang diusung Pesantren Insan Cendekia. Ia melihat perubahan yang nyata dari akhlak anak-anaknya setelah bersekolah di Pesantren Insan Cendekia.

“Dulu anak-anak saya kalau bicara seenak mereka sendiri. Sekarang mereka berlomba-lomba menampilkan akhlak terbaik sesuai yang diajarkan syariat kepada mereka. Tak ada ungkapan dan balasan yang bisa kami haturkan untuk membalas jasa pesantren ini selain hanya ungkapan terimakasih banyak,” paparnya.(rel/dod)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*