Peserta UN SD/MI, Nginap di Rumah Warga Hingga ke Sekolah di Subuh Buta

Ilustrasi UN SD MI

Ilustrasi UN SD MI

Advertisements

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-7.175 murid SD se-Kabupaten Limapuluh Kota terdaftar sebagai peserta Ujian Nasional yang diselenggarakan pada Senin (15/5) pagi ini. Ribuan peserta UN tersebut, berasal dari 384 sekolah yang tersebar di 13 kecamatan. Murid kelas 6 terdiri dari murid SD dan MI.

Untuk ujian penentu kelulusan bagi murid kelas VI tersebut, di Kabupaten Limapuluh Kota akan diselenggarakan di 94 sekolah. “Seluruh persiapan UN sudah rampung,” terang Alfizal Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota pada Minggu (14/5/2017) siang.
Dari persiapan pendistribusian yang selesai dibagikan di 94 sekolah penyelenggara ujian hingga persiapan mental bagi anak didik peserta UN. Meski demikian, faktor dari topografi Kabupaten Limapuluh Kota yang berbukit, berlembah hingga masih buruknya infrastruktur, sehingga penyelenggaraan UN SD tersebut tidak semudah yang dibayangkan seperti daerah lain.

Di Kabupaten Limapuluh Kota, terutama daerah pinggiran, anak-anak peserta UN terpaksa harus menginap di rumah warga yang berada dekat dengan sekolah sebagai lokasi penyelenggaraan UN SD tersebut.

Hal itu seperti yang dikatakan Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota, Muhammad. Diceritakannya, sehari sebelum UN digelar, murid kelas VI sudah berangkat menuju rumah-rumah warga yang ada disekitar sekolah penyelenggaraan UN.

“Ini yang dialami anak-anak di salah satu jorong di Nagari Maek yang menetap diperbatasan dengan Kapur IX. Mereka terpaksa tidur dirumah warga,” terang Muhammad. Untuk kesekolah, mereka harus menempuh jarak hingga ke 10 kilometer dari rumah. Itu pun bukan melewati jalan aspal.
Melainkan harus menempuh jalan tanah ditengah hutan serta melewati sungai. “Akses dari rumah orang tua murid ke sekolah sangat menyedihkan. Yah karena itu terpaksa mereka diinapkan,”ucapnya lagi.

Kondisi tersebut, bukan pertama kali dialami anak-anak di daerah pinggiran di perbatasan antara Kecamatan Bukit Barisan dan Kapur IX. Setiap penyelenggaraan UN, murid SD disana, harus diinapkan dirumah warga sekitar lokasi sekolah penyelenggaran ujian.

Lain halnya dengan peserta UN yang ada di sejumlah nagari di Harau, Pangkalan, Gunuang Omeh, serta Kapur IX. Saat orang lain masih tidur di pagi buta, saat hari masih gelap dan saat embun masih menutupi jalan, murid SD disana sudah berangkat ke sekolah untuk mengikuti Ujian Nasional.

“Di Nagari lain, ada juga anak-anak sejak subuh sudah berangkat ke sekolah untuk mengikuti UN. Jarak antara rumah dengan sekolah pelaksana UN juga lumayan jauh sehingga anak-anak harus berangkat lebih cepat supaya tidak terlambat,” akunya.

Diterangkannya, Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota sudah berupaya semaksimal mungkin mencari lokasi yang terdekat dan strategis untuk pelaksana UN.

“Kita sudah semaksimal mungkin menetapkan lokasi yang terdekat bagi anak-anak peserta UN. Sehingga mereka tidak kesulitan menghadapi ujian. Tetapi karena faktor kondisi daerah kita yang cukup luas, lokasi UN masih juga terasa jauh,” pungkasnya.

Karena itu, Dinas Pendidikan setempat menambah total lokasi ujian UN SD. Dari 84 gugus yang ada sebagai lokasi ujian, ditambah menjadi 94 lokasi ujian.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*