PETUGAS BPOM SAKSI KASUS DUGAAN MIE KADALUARSA

Padang-today.com – Petugas Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) saksi dalam kasus Mie instan kadaluarsa sebanyak 4,2 ton di gudang PT Padang Distribusindo Raya (PDR), Jalan Raya Padang Bypass Km 9 Ampalu.

Advertisements

Selain dari petugas BPOM Padang Jaksa Penuntut Umum (JPU) Raadi juga menghadirkan 9 orang saksi lainnya di persidangan Pengadilan Negeri Padang.

Gusrianto Petugas BPOM dalam kesaksian menyatakan pihaknya akan melakukan penindakan setelah mendapat laporan masyarakat adanya dugaan Mie instan kadaluarsa sebanyak 4,2 ton.

“Saat dilakukan pengeledahan di dugang tersebut ditemukan barang bukti yang diduga mie yang sudah habis masa berlakuknya yang sudah dikemas lagi,”katanya.

Ia menjelaskan, barang bukti yang ditemukan pada saat penggeledahan berupa mie yang sudah rusak kemasannya dan mie yang talah daluarsa dan dikemas kembali. Namun pada saat ditanyai kepada karyawan PT PDR, mengaku bahwa mie itu rencana akan dijual kembali.

“Saat itu, kami telah mengamankan mie remas dan mie flash yang kadaluarsa. Pengakuan karyawan PT tersebut, mie tersebut akan dijual kembali,”ujarnya.

Kemudian pada penggeledahan itu, tambah Gusrianto perusahaan tersebut juga tidak memiliki izin sebagai distributor makanan dan minuman, untuk memproduksi barang sebagaimana yang dilakukan tersebut.

Sementara itu saksi lain yakni, Ascan, merupakan pelanggan yang sering membeli mie remas dan mei plas mengakui sudah membeli dan memproduksi mie tersebut semanjak 10 tahun yang lalu, untuk dijual lagi kepada pelanggannya.

“Saya membeli kesana sesuai dengan pesanan dari pelanggan saya, untuk mei remas perkarung dibeli Rp63 ribu. Sedangkan mei plas Rp16 ribu per kardusnya dan biasanya mie remas dijualnya kepada masyarakat untuk pakan ternak, seperti lele, bebek dan ayam. Sementara mie plas, sambung saksi, dipesan oleh pedanggang bakso, mie ayam atau mie gorang,” Ascan saksi di persidangan.

Setelah mendengarkan keterangan saksi, ketua majelis Sutedjo didampingi hakim anggota Leba Max Nandoko, Sri Hartati menunda sidang pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan ahli. Kemudian kepada terdakwa juga diminta untuk menghadirkan saksi meringankan.

Sebagaiman diketahui sebelumnya, petugas BPOM pada 4 Desember 2017 melakukan pengecekan ke gudang PT Padang Distribusindo Raya (PDR) di Jalan Raya Padang Bypass Km 9 Ampalu, Kecamatan Lubeg, Kota Padang. Mei instan yang ditukar dari toko-toko di simpan dalam gudang tersebut.

Petugas menemukan Mie instan kadaluarsa sebanyak 4,2 ton, dengan rincian 134 dus dan 385 bungkus, serta 213 karung mi instan yang sudah dikemas ulang ke dalam karung dengan nilai keekonomiannya Rp 13,4 juta.

Kemudian karyawan PT TDR membuka kemasan mei tersebut, dan dibungkus lagi menggunakan plastik bening atau dimasukan kedalam karung untuk dijual lagi. Sedangkan mie yang kadaluarsa dilakukan pemusnahan.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatus dan diancam pidana dalam pasal139 jo pasal 84 ayat 1 undang-undang Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan. (b)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*