Pilada Serentak, PNS Dituding Melakukan Politik Praktis

Padangpanjang, Padangtoday—Nuansa Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil BupatiTanahdatar, menjelanghari H pemungutan suara di Nagari Jaho,Kecamatan X Koto  di duga adanya keterlibatan oknum PNS  di Pemerintah KabupatenTanahdata.  Kondisi tersebut membuat warga buncah ketika terbetiknya bahasa ancaman dari oknum PNS (SY) salahseorang guru SMK itukepada PNS (EA) diangga plawan politiknya.

Advertisements

Beberapa kejanggalan dan keanehan telah dirasakan oleh warga  di Nagari Jaho dalam menyonsong pemungutan suara pilbup Tanahdatar mendatang. Di mana telah dirasakannya keterlibatan PNS ikut dalam politik praktis untuk mendukung salah satu calon yang  bertarung pada 9 Desember 2015.

Anggota KPPS Nagar iJaho  S, St Mangkudun  mengakui adanya laporan warga  yang menyakatan oknum telah terlibat melakukan politikpraktis.

“ Ya, Kita mengetahui ada pesan berantai untuk memanggil segenap warga, khususnya kaum ibu untuk datang kerumah oknum SY, dalam rangka pembagian Jilbab bantuan dari pasangan calon. SY juga membagikan stiker dan kartunama cabup.”ujar S. St, Mangkudun.

Sementara anggota lembaga unsur pemuda Nagari Jah Aswarnel membenarkan kebuncahan warga saat mengetahui telah adanya keterlibatan PNS sebagai tim sukse salah satucalon.

“ Gerakgerik oknum PNS belakangan ini memang telahmenimbulkan kecuriagan kami. Namun, secara pasti  kami belum bisa membuktikan persolan ini,” ujar Azarnel akan melaporkan kejadianini kepada Panwaslu Tanahdata.

Sementara itu persoalan keterlibatan oknum PNS  yang diduga menjalankan politik praktis oleh warga Nagari Jaho tersebut juga berimbas kepada PNS lainnya. Di mana EA merupakan salah satu petugas Penyuluh Pertanian (PL) dari Dinas Pertanian Tanahdatar, mendapat tuduhan dari SY telah melakukan pembagian striker dan kartu nama salah satu pasangan kepada warga, saat membagikan pupuk bantuan dari Dinas Pertanian kepada kelompok tani yang ada di Nagari Jaho.

“ Ya, saya telahd ihubungi oleh SY, danmenuding saya telah menjalakan politik praktis, melalui pemberian bantuan pupuk.  Saya tidak terlibat politik praktis ini, saya hanya menjalankan tugas sebagai PL di Nagar iJaho,” kata EA.

EA menilai ,  dalam hal tersebut ada unsur kepentingan SY, di mana dirinya juga merupakan salah seorang PNS di lingkungan Pemkab Tanahdatar .

“ Saya telah dituduh terlibat ikut mengkampanyekan salah satu cabup, di mana SY yang sepertinya memihak kepada salah satu cabup sempa tmengancam status kepegawaian saya ketika cabup yang di dukungnya kembali dudukdi kursi pimpinan,” ujarnya EA.

Sementara Ketua Panwaslu Tanahdatar YuliFardi, membenarkan adanya laporan masyarakat Jaho terkait adanya informasi keterlibatan oknum PNS.

“ Kita telah mendapatlaporan, pihaknya akan turun kelapangan untuk melakukan penyelidikan, di mana ketika informasi benar maka sesuai dengan aturan yang berlaku maka oknum PNS akan dijatuhkan sangsi sesuai aturan yang diterapkan,” jelasnya. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*