Pilot Lion Air Dapat Sanksi Tidak Boleh Terbang

    Padang-today.com – Lion Air group memberikan sanksi pada awak pesawat baik penerbang (pilot) dan awak kabin terkait memberikan izin penggunaan perlatan alat (Public Announcement= PA) guna menyampaikan atau mengumumkan sesuatu kepada penumpang lain.

Advertisements

    “Lion Air sudah mengenakan sanksi kepada awak pesawat baik penerbang (pilot) dan awak kabin memberikan izin penggunaan peralatan PA, berupa tidak boleh terbang atau ”grounded”,kata Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Air dslam siaran Pers diterima wartawan.

     Ia menjelaskan, persetujuan dan atau pemberian izin kepada seseorang yang bukan awak pesawat dalam menggunakan peralatan yang ada di pesawat dan yang hanya boleh dioperaskan atau digunakan oleh awak pesawat tidak boleh terjadi.

     “Persetujuan tersebut merupakan pelanggaran ketentuan pengoperasian pesawat perusahaan dan peraturan
perusahaan, serta melanggar peraturan penerbangan,”tegasnya.

    Perisitiwa ini telah dilaporkan manajemen Lion Air Group ke Kementerian Perhubungan.

     “Kejadian tersebut juga telah kami laporkan ke Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian
Perhubungan,”jelas Danang.

    Ia menyatakan, kejadian ini terjadi penerbangan pada 25 Agustus 2018 dengan nomor penerbangan JT297 yang melayani rute penerbangan dari Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau (PKU) menuju Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng Banten (CGK).

    “Penerbangan JT 297 yang membawa 176 penumpang dan diawaki oleh 2 orang penerbang dan 5 awak kabin lepas landas dari Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II sekitar pukul 22.25 WIB dan mendarat dengan baik di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten sekitar pukul 23.53 WIB,”katanya.

Ia menjelaskan, setelah pesawat terbang beberapa menit dan tanda dikenakan sabuk pengaman dipadamkan, salah satu penumpang meminta izin kepada awak kabin untuk menggunakan alat (Public Announcement= PA) guna menyampaikan atau mengumumkan sesuatu kepada penumpang lain.

“Permintaan itu dikabulkan dan dizinkan oleh awak kabin yang bertugas di bagian depan. Penumpang tersebut
memanfaatkan peralatan PA dimaksud untuk berbicara dan komunikasikan hal-hal yang ingin disampaikan kepada penumpang lainnya,”ujarnya.

    Pada saat penumpang tersebut berbicara lanjutnya waktu yang bersamaan ada penumpang lain mengambil gambar atas kejadian dalam pesawat, video disebarluaskan setelah mendarat di Bandara Soekarno- Hatta, sebagaimana gambar dan video yang beredar luas di masyarakat.

    “Dari rekaman video tersebut terlihat jelas salah seorang penumpang jenis kelamin perempuan memanfaatkan peralatan PA,”jelas Danang. (*rel/dg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*