Kabut Asap, Padang Panjang Juga Meliburkan Sekolah

Padang Panjang, TODAY—Pasca sejumlah daerah, Padang Panjang juga mengambil kebijakan yang sama untuk meliburkan sekolah dari aktivitas Proses Belajar dan Mengajar (PBM) selama dua hari ke depan sejak Senin (23/9).

Berdasarkan surat edaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) nomor 421/1927/Disdikpora/IX-2019, kebijakan tersebut dilakukan guna menghindari dampak negatif terhadap kesehatan seperti Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) terhadap peserta didik. Selama 23-24 September, aktivitas belajar siswa dilaksanakan secara mandiri di rumah masing-masing.

Kepala Disdikpora Padang Panjang, Desmon mengaku kebijakan tersebut hanya untuk aktivitas PBM. Sementara untuk Kepala Sekolah dan guru serta pegawai tetap menjalankan tugas seperti biasa dalam menyelesaikan administrasi dan menyampaikan materi pembelajaran secara mandiri kepada peserta didik.

“Melalui surat edaran tersebut, kepada orangtua juga kita sampaikan agar menjaga kesehatan anak-anak dengan memperbanyak mengkonsumsi air putih, makan bergizi, buah-buahan serta memakai masker saat keluar rumah,” tutur Desmon.

Pada kesempatan itu, Desmon juga membenarkan penerbitan kebijakan tersebut cukup mendadak saat disampaikan ke jajaran sekolah untuk diteruskan ke orangtua murid. Keputusan tersebut baru dapat diambil setelah rapat gabungan sejumlah instansi terkait, yang selesai sekira pukul 20.30 WIB, Minggu (22/9) malam kemarin.

“Karena pertimbangan tersebut di atas, maka hasil rapat memutuskan untuk meliburkan proses PBM yang saat ini bertepan juga dengan pelaksanaan ujian tengah semester. Kemudian setelah dua hari berlangsung, nanti akan kita pantau dan kaji lagi. Khususnya kondisi tingkat pencemaran udara nantinya. Pelaksanaan ujian karena tertunda, kita menyerahkan ke pihak sekolah mengatur jadwalnya,” pungkas Desmon. (ka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas