PKDP Perawang Gelar Maulid Nabi Dengan 1500 Lemang

Padang-today.com – Berbagai cara dilakukan masyarakat rantau, yang tergabung dalam Persatuan Keluarga Daerah Pariaman (PKDP), dalam menyambut Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW. Salah satunya dengan Melamang 1500 batang.

Miskipun ditengah pandemi Covid-19, panitia pelaksana tetap mengelar acara tersebut dengan tema yang diangkat ‘Dengan Maulid Nabi, Mari Kita Tauladani Sikap Nabi Muhammad, SAW.

Namun, melamang kali ini lebih unik dari sebelumnya, karena melibatkan semua unsur masyarakat rantau, sehinga kebersamaan dan kegotong royongan sesama warga yang ada dirantau terjalin dalam pembuatan 1500 batang lemang siap bakar.

Tradisi bakar lemang 1500 batang itu ditemui di Masjid AT Taqwa PKDP, belakang pasar KM 14 Perawang (Riau). Hal ini disampaikan sekretaris umum PKDP Perawang, Mardison, Selasa (27/10) di Perawang.

Ia mengatakan, tradisi menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi dengan bakar lemang digelar selama dua hari, yaitu Rabu hingga Kamis (28-29).

“Pergelaran seperti itu sudah berlangsung semenjak 6 tahun lalu, namun kali ini sangat luar biasa animo masyrakat rantau dalam acara tersebut,” kata Mardison Sekaligus sebagai panitia di acara teraebut.

Tak pelak tradisi 1500 bakar lemang itu, kata dia, berlangsung meriah. Kemerihan acara tersebut tidak hanya sampai disitu, juga diikuti dengan acara badikie, salafalanam, salawat dulang, dan diiringi tambua tassa pariaman.

“Pada hari kamis siangnya acara maulid nabi warga diberikan tausiah dengan ustad dari daerah setempat dan dilanjutkan dengan makan bajamba serta badoncek,” kata dia.

Menurut Mardison,  tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut tetap dilakukan setiap tahunnnya. Masyarakat rantau mempertahankan tradisi itu sejak dulu sampai sekarang.

Selain itu, sambungnya, tidak hanya masyarakat rantau yang ikut merasakan tradiai malamang itu. Tapi masyarakat melayu dan sekitarnya juga ikut meramaikan tradisi ini.

Pihaknya berharap tradisi berebut tetap terjaga. “Ini tradisi kami dari kampung turun temurun, dan tradisi ini dilkakukan disini agar dapat membaurnya dengan masyarakat disekitar. (Suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*