PN Memvonis 12 Bulan Penjara Terhadap Perusak Surat Suara Jokowi

7KetokPaluJakarta, PADANGTODAY.com – Terdakwa perusak surat suara Jokowi-JK Divonis Pengadilan Negeri (PN) Bekasi, Jawa Barat,di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 41, Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, dengan penjara 12 bulan dan denda Rp 12 juta subsider 2 bulan penjara.

Advertisements

Terdakwa terbukti bersalah karena melanggar Pasal 234 Undang-undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden.

Jaksa Penuntut Umum M Noldy Aziz menyatakan pihaknya tak langsung mengeksekusi terpidana, karena diberikan waktu selama tiga hari setelah putusan untuk melakukan banding. “Kalau tidak banding, langsung dieksekusi untuk menjalani putusan,” ujar Aziz, Selasa (12/08).

Mahmud Permana Divisi Penindakan dan Pelanggaran Hukum Pemilu, Kota Bekasi, mengatakan terdakwa masih pikir-pikir untuk melakukan banding setelah divonis majelis hakim PN Bekasi. “Masih ada waktu tiga hari untuk pikir-pikir,” kata Mahmud.

Pada proses pemilihan presiden 9 Juli lalu di TPS 41 Kaliabang Tengah ditemukan 30 surat suara rusak yang merupakan suara sah Jokowi-JK. Surat suara itu rusak karena dicoblos ulang, sehingga dalam satu surat suara terdapat dua lubang.

Terdakwa Hartono tidak mengakui bahwa telah merusak surat suara. Hartono hanya mengakui sebanyak 3 surat suara yang rusak karena tercoblos oleh paku di meja penghitungan. Selebihnya, ia mengaku tidak tahu tentang rusaknya surat suara Jokowi.

(mr/nol)