PNS di Solo Mengeluh Soal Aturan Baru Pemotongan Tunjangan

Ilustrasi PNS

Ilustrasi PNS

Advertisements

PADANGTODAY.COM– Pegawai Negeri Sipil di Solo mulai mengeluh soal aturan baru pemotongan tunjangan tambahan penghasilan mulai diberlakukan per 1 April lalu. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Solo, Hari Prihatno mengatakan, pihaknya menerima banyak keluhan akibat kebijakan itu.

Persoalan itu di antaranya tentang sidik jari tak terdeteksi mesin absensi hingga minimnya alat presensi. “Banyak keluhan atau protes memang yang disampaikan para PNS. Ini akan menjadi bahan evaluasi BKD untuk memperbaikinya,” kata Hari, Jumat (10/4).

Meski beberapa PNS sidik jarinya tidak terbaca mesin absensi, tapi persoalan itu tidak perlu dikhawatirkan. Karena masih ada fasilitas absensi manual. Hari menambahkan, absensi manual dilakukan oleh petugas di masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

“Presensi ini menjadi bahan laporan dan bukti kepada BKD,” imbuh Hari.

Selain persoalan itu, Hari juga menerima keluhan antrean panjang saat input absensi datang maupun pulang. Tetapi, dia berdalih persoalan itu terjadi bukan karena minimnya mesin presensi, melainkan manajemen waktu PNS datang bersamaan dan saling berebut agar tidak dihitung terlambat sehingga berimbas pada pemotongan tamsil.

“Kalau saja para PNS datang lebih awal maka tidak akan terjadi antrean panjang,” tandas Hari.

(ary/uil)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*