Polda Sumbar Ungkap Narkoba Jaringan Internasional

Padang-today.com – Direktorat Reserse Narkotika Polda Sumbar mengungkap jaringan Internasional narkoba jenis sabu

Advertisements

“Kita menangkap pelaku diduga jaringan narkoba internasional,”kata Dirnakoba  Polda Sumbar Kombes Pol Ade Rahmad Idnal di Padang.

Pelaku ditangkap berinisial “YA” (30) warga simpang haru Padang, ditangkap pada Minggu (31/1) sekira pukul 18.00 WIB di depan Bank BRI kelurahan Cupak Tangah Kecamatan Padang.

Ade menyebutkan, selain menangkap pelaku, petugas juga menyita barang bukti berupa narkoba jenis sabu seberat 2 kg disimpan di rumah orang tua tersangka, dua paket kecil sabu, 4 paket kecil sabu dibungkus plastik klip.

Selanjutnya paket kecil sabu dibungkus plastik dimasukan dalam kotak rokok, serta paket kecil narkoba jenis ganja dimasukan dalam kotak rokok, kemudian satu unit timbangan, dan satu unit handphone,”ungkap dia.

Barang haram tersebut didapat pelaku diduga dari jaringan internasional masuk ke wilayah hukum Polda Sumbar.

“Pelaku membawa barang selanjutnya dijual lagi ke wilayah hukum Polda Sumbar,”jelas Ade.

Dia menambahkan, pelaku mengelabui petugas membungkus dengan plastik merk Guanyinwang atau dikenal teh hijau.

Sabu dibungkus rapi dengan plastik merk Guanyinwang, namun petugas mengetahui dalam bungkusan tersebut ada sabu untuk dijual lagi ke wilayah hukum Polda Sumbar.

Dia menyatakan, Penyidik Ditresnarkoba Polda Sumbar masih melakukan pengembangan dan penyelidikan terkait kasus narkoba diduga jaringan internasional.

“Pelaku diancam UU nomor 35 Tentang Narkotika Tahun 2009 pasal 114 subsider pasal 112 ayat  dua (dua) hukuman maksimal hukuman mati,”ucap dia.

Polda Sumbar tetap jalin kerjasama dengan polda yang berada di perbatasan  dengan Sumbar. “Untuk memutus mata rantai masuknya narkotika ke Sumbar, tetap jalin koordinasi dan kerjasama dengan Polda-polda berbatasan dengan pintu masuk ke wilayah Sumbar,”pungkas Ade Rahmad.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*