Polda Ungkap Kasus Dugaan Tambang Ilegal, Tujuh Tersangka Ditangkap

Padang-today.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar mengungkap kasus dugaan tambang ilegal di dua lokasi di dua wilayah hukum provinsi itu.

Advertisements

“Kasus di ungkap pertama di daerah Kuranji yakni Kampung Tanjung Kelurahan Kuranji Kota Padang pada 26 Maret 2021, pengungkapan kedua di Kabupaten Pasaman yakni aliran sungai batang Pasaman Kenagarian Cubadak Kecamatan Dua Koto Kabupaten Pasaman,”kata Direktorat Polda Sumbar Kombes Pol Joko Sadono di Padang.

Menurut dia, pengungkapan kasus pertama ditangkap dua orang inisial A (53) dan BR (26) pada 26 Maret 2021, sekira pukul 15.00 WIB.
Mereka ditangkap ketika melakukan penambangan tanpa izin di Kampung Tanjung Kelurahan Kuranji Kota Padang.

Dari dua orang tersangka, personel Direskrimsus Polda mengamankan barang bukti berupa unit Excavator Komatsu Pc 200 dan 1 unit excavator merk Sumitomo SH 210, 1 unit Dumptruk Hino, serta satu budel nota berbentuk tanda bon pembelian.

Kemudian, lanjut dia kasus kedua ditangkap 5 orang tersangka yakni AA (27), EA (38), RWP (21), J (52), N (33) pada 7 April 2021 sekira pukul 05.00 WIB.

Mereka melakukan penambangan emas ilegal di aliran sungai batang Pasaman Kenagarian Cubadak Kecamatan Dua Koto Kabupaten Pasaman

“Dari tangan tersangka, personel Dirreskrimsus Polda Sumbar mengamankan 1 unit alat berat Excavator merek Hitachi, 1 unit kontroler alat berat, 2 lembar karpet sintetis, 2 timbangan digital dan 1 buku catatan,”jelas Joko Sadono.

Dia menambahkan, penyidik Ditkrimsus masih melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus dugaan illegal Mining di wilayah Sumatera Barat.

Sedangkan untuk pelaku utama atau pemodal  dan pemilik alat berat masih dalam pengembangan proses penyelidikan. Serta diduga adanya keterlibatan oknum dan masyarakat sekitar yang mempelopori kegiatan penambangan,”pungkas dia.

Tujuh tersangka terlibat kasus tambang liar ditahan di Mapolda Sumbar. “Mereka di kenakan Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan Atas UU no 4 mengenai Pertambangan Mineral dan Batubara junto pasal 58 ayat 1 KUHP Pidana, dengan ancaman penjara 5 tahun”,pungkas Joko Sadono.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*