Polisi Resort Pariaman Berhasil Mengamankan Beras Tanpa Dokumen

Polisi Resort Pariaman Berhasil Mengamankan Beras Tanpa Dokumen

Polisi Resort Pariaman Berhasil Mengamankan Beras Tanpa Dokumen

Advertisements

 

Pariaman,Padang-today.com—Kepolisian Resor Kota Pariaman, Sumatera Barat, menggagalkan upaya penyelundupan 22 ton beras dari India dengan tujuan Malaysia. Kapolres Pariaman AKBP Riko Junaldy kepada Wartawan membenarkan adanya penemuan beras ilegal tanpa dokumen lengkap yang diamankan pada Senen (11/4) di jalur By Pass, Kota Pariaman.

Beras selundupan tanpa dokemen yang jelas tersebut diangkut dengan mengunakan Truk dengan No Polisi BA 9028 ZU yang dikemudikan 0leh inisial RD. Penggalan penyelundupan tersebut dari hasil Operasi Bersinar pada Senin Pagi, jelas Riko Junaldi.

” Ketika akan menghentikan truk yang kemudikan oleh pria berinisial RD terlihat yang bersangkutan salah tingkah dan hal itu membuat polisi curiga. Setelah kami periksa ternyata beras yang tidak memilki dokumen dan beras ini berasal dari India dengan tujuan Malaysia yang tertangkap tangan di wilayah hukum Polres Pariaman,” kata Riko, Rabu (13/4).
Penangkapan tersebut bermula dari kecurigaan personil Kepolisian Resor Kota Pariaman pada saat operasi bersinar yang digelar Senin Pagi, di saat personil Polisi meminta surat surat dokumen untuk membawa barang tersebut, pihak sopir truk RD ini salah tingkah. Hal inilah membuat Polisi curiga, sehingga barang yang ia bawa itu diamankan untuk pengembangan lebih lanjut, jelas Riko.

Dia menjelaskan, saat ini Sopir Truk RD masih diperiksa, dan belum ada penetapan tersangka pada kasus ini. Perkara ini juga menyangkut dengan surat surat dan dokumen dokumen terkait dengan izin membawa barang.

Kepada pihak Kepolisian RD, pengemudi truk itu mengaku akan menjual beras kepada pihak pembeli di Lubuk Basung Kabupaten Agam berinisial RP. Dan beras tersebut dijual lebih murah dari harga beras biasanya dengan menunjukan surat DO dibawanya dari Jambi.

“Pembawa truk saat kami tanya terkait dokumen tidak bisa memperlihatkan secara lengkap dan hanya menujukkan surat DO pembelian beras dari Jambi menuju Lubuk Basung, Agam,” ungkap Riko.
Berdasarkan keterangan sopir truk kepada pihak penyidik, mengatakan bahwa upaya penyelundupan beras itu merupakan yang ke dua kali dilakukan dengan daerah pembelian dan tujuan sama.

“Sebelumnya satu bulan lalu, RD juga mengaku telah mengangkut beras hasil penyelundupan lebih kurang sebanyak 28 ton dengan tujuan Agam,” katanya.

Jika terbukti ada upaya penyelundupan dan melanggar hukum, maka RD dan RP bisa dikenakan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 pasal 135, tentang pangan dengan ancaman dua tahun kurungan penjara dan denda Rp 4 miliar, tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*