Polres Probolinggo Bekuk Tiga Pelaku Begal Satu Diantaranya Tewas

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Advertisements

Probolinggo, PADANGTODAY.COM-Polres Probolinggo Kota dan Polsek Kademangan berhasil membekuk tiga pelaku begal yang selama ini meresahkan warga. Seorang di antaranya bahkan dikirim ke alam baka karena melawan saat ditangkap.

Kapolresta Probolinggo AKBP Sumaryono menyatakan, para pelaku tidak segan melukai korbannya yang melawan. Dia menceritakan, penangkapan para tersangka bermula dari laporan warga yang mencurigai tiga pelaku pembegalan pada 8 Juni. ”Anggota kami mendapatkan laporan soal gerak-gerik pelaku yang mencurigakan di wilayah hukum Polsek Kademangan,” katanya kemarin (15/6).

Setelah mendapatkan laporan, polisi mendatangi lokasi tersebut. Tiga pelaku yang mengendarai satu sepeda motor protolan langsung dihentikan petugas.

Mengetahui bahwa mereka menjadi target polisi, tiga pelaku langsung berupaya kabur. Seorang pelaku yang juga menjadi otak pembegalan selama ini, yakni Abdul Rohman alias Arrohman, warga Desa Darungan, Tanggul, Jember, kabur ke sawah. Polisi kehilangan jejak. Tetapi, dua pelaku lain berhasil ditangkap dan dibawa ke Mapolsek Kademangan.

Keduanya adalah Tosan, 25, dan Abdullah, 25. Mereka merupakan warga Desa Pohsangit Ngisor, Wonomerto. Tosan yang berusaha melarikan diri terpaksa ditembak. ”Anggota melumpuhkan pelaku yang berupaya kabur,” terang Sumaryono.

Dari mulut keduanya, diketahui bahwa otak kejahatan adalah Rohman. Keesokan harinya (9/6), anggota polsek dibantu Resmob Polres Probolinggo Kota langsung memburu Rohman ke Jember. Polisi akhirnya bisa menangkap Rohman pada 14 Juni saat mencuci sepeda motor di pematang sawah. Dia berupaya kabur. Polisi langsung melepaskan tembakan peringatan, namun tidak digubris. Polisi menembak kaki Rohman hingga dia tersungkur.

Saat menggeledah rumah pelaku, polisi menemukan sejumlah barang bukti. Yakni, 8 pasang pelat nomor, bondet, spare parts sepeda motor, golok, celurit, stik PlayStation, onderdil, dan sangkur. Sebuah motor Honda Beat putih milik pelaku yang digunakan untuk tindak kejahatan pun diamankan.

”Pelaku langsung kami bawa ke markas untuk dimintai keterangan,” ujar Sumaryono. Sekitar pukul 15.00, pelaku terlihat lemas. Oleh petugas, pelaku dibawa ke RSUD dr Mohammad Saleh. Tetapi, dia tewas saat dirawat tim medis.

Menurut Sumaryono, selama ini mereka beraksi di 14 tempat kejadian perkara (TKP). Sebanyak 4 TKP berada di Kecamatan Kademangan, 2 TKP di Kecamatan Wonoasih, dan 8 TKP di Kecamatan Sumberasih.

(rf/aad/dwi/mas/mms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*