Polres Tetapkan Supir Jadi Tersangka Kecelakaan Bus

kondisi-bus-di-jurang2
Padangpanjang, PADANGTODAY.com-Setelah melakukan olah TKP dan memintai keterangan sejumlah saksi atas insiden kecelakaan Bus Pariwisata Pemko Pakanbaru BM 7993TP yang menimpa 28 siswa SMK Muhammadiyah 1 Kota Pakanbaru, pada Sabtu(2/5) lalu, Polres Padangpanjang tetapkan sopir Bus Meilus ( 30) sebagai tersangka (TSK). Dimana TSK terancam humukan dua tahun kurungan penjara.

Advertisements

Sopir truk Meilus asal Kota Pakanbaru, Riau ,dinyatakan bersalah karena tidak dapat mengendalikan laju kendaraan yang datang dari arah batusangkar- Padangpanjang saat berpaspasan dengan turk yang datang dari arah berlawanan.

“ Kita telah memintai keterangan saksi saksi dan telah melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Dimana kita telah menetapkan sopir bus atas nama Meilus menjadi tersangka dan mempertangungjawabkan semua yang telah terjadi. Dimana kecelakanaan itu telah mengakibatkan korban luka luka dan kerugian material,” jelas Kanit Laka Iptu Yaddi P, kemarin.

Dikatakannya, seluruh yang terlibat dalam kecelakaan tersebut telah diamankan di mako polres Padangpanjang untuk proses lebih lanjut. Sementara untuk tersangka belum bisa dilakukan penahan. Pasalnya, saat ini tersangka tengah menjalani perawatan daplam proses penyembuhan.

“Sudah kita lakukan olah TKP dan meminta keterangan beberapa saksi, dari hasil introgasi sopir truk kita tetapkan tersangka, dimana tersangka terjerat UU pasal 310 ayat 2 tentangka kelalaian yang mengakibatkan korban luka luka dan kerusakan material. Tersangka terancam hukuman 2 tahun penjara,”kata Yaddy Purnama.

Terkait korban yang menjalani perawatan medis di RSUD Padangpanjang pascakecelakaan tersebut, telah diperbolehkan pulang sesuai anjuran dokter. Untuk tersangka dilakukan perawatan di kediaman keluarga di Kota bukittinggi, sesuai permohonan pindah rawat oleh keluarga.

“Tersangka mengalami cidera ringan atas kecelakaan itu, hingga saat ini kita belum melakukan penahanan karena masih menjalani perawatan. Namun, untuk kelancaran proses hukum, tersangka wajib lapor tiga kali dalam satu minggu, hingga kasus dapat dituntaskan.” jelas Yaddi.

Untuk kerugian yang dialami atas kecelakaan tersebut , dikatakan Yaddi, selain mengalami korban luka, kejadian tersebut juga telah menelan kerugian material sekitar 10juta. “Kita telah melakukan evakuasi kendaraan, lokasi kecelakaan telah steril sehingga sudah bisa dilewati oleh pengendara dan arus lalulintas kembali normal,” jelasnya.

Yaddi, menghimbau pengendara untuk kembali memastikan kondisi kendaraan dalam kondisi aman ketika hendak melakukan perjalanan. Untuk kawasan Kelok Sikumbnag merupakan daerah rawakecelakaan. “Untuk itu kepada pengendara agar dapat mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ruas jalan yang sempit,” himbaunya. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*