PPK DAN PPS DI MENTAWAI DIMINTA TETAP INTEGRITAS

Mentawai,Sumbar,PADANG-TODAY.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat meminta kepada Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk tetap integritas saat Pilkada Mentawai.

Advertisements

“Harus tetap integritas dalam menjalan tugas sebagai PKK dan PPS,”kata Divisi Perencaan dan Program Data KPU Sumbar, Nova Indra

Ia menjelaskan, sudah ada komisioner KPU dan Panwasli yang disidangkan DKPP karena dalam menjalankan tugas tidak berintegritas.

“Keberpihakan penyelenggara saat Pilkada dapat memicu keributan ditengah-tengah masyarakat yang meninginkan penyelenggaraan aman dan damai,”ungkapnya.

PPK dan PPS untuk terus melakukan sosialisasi pada masyarakat. Sosialisasi ini bisa dilakukan di rumah ibadah,sekolah maupun tempat lain, agar masyarakat mau datang ke TPS saat pencoblosan.

Sebagaimana diketahui saat Pilgub 2015, partisipasi pemilih di Kabupaten Kepuluan Mentawai termasuk tertinggi yakni mencapai 80 persen dari kabupaten/kota di Sumbar. “Bagi masyarakat belum masuk DPT, ini tugas bagi PKK terus melakukan pendataan,”tegas Nova Indra.

Ia menambahkan, ada perlu diwaspai oleh PPK dan PPS yakni soal C6, C6 sangat penggelembungan suara saat pencoblosan.

“Pendataan ini sangat perlu, bagaimana C6 dibagi sesuai dengan data pemilih saat Pilkada,”ungkapnya.

Sementara itu Ketua KPU Mentawai Laurensius menyatakan, saat ini berdasarkan DPT sebanyak 52.453 orang masyarakat Mentawai dapat memilih.

“Berdasarkan data Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kepuluan Mentawai memiliki KTP sebanyak 49 ribu orang per 2 Desember 2016, namun KPU melakukan pendataan ternyataa 52.453 orang masuk DPT sedangkan jumlah penduduk Mentawai sebanyak 87.779 orang,”katanya.

Namun tambah Laurensius masih ada masyarakat tidak masuk DPT. KPU tetap mengusahakan masyarakat telah memiliki KTP untuk bisa memilih. “Bagi masyarakat belum memiliki KTP agar mengurus di Dukcapil,”ungkapnya.

Sementara tempat terpisah Kepala Suku Salakkopa Yohanes Salakkopa menyatakan, saat Pemlihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar tahun 2015 suku pedalaman di desa Muntei Kecamatan Siberut Selatan sudah ada menggunakan hak pilihnya, ada ribuan yang pergi ke tempat pemungutan suara (TPS).

“Hanya sekitar 80 persen suku pedalaman yang datang ke TPS mengunakan hak suara saat Pilgub Sumbar tahun 2015,”ungkapnya.

Ia menjelaskan, sudah ada kesadaran dari masyarakat menggunakan hak pilih saat Pilgub Sumbar, mereka datang ke TPS mengunakan hak pilihnya.

“Faktor dari masyarakat yakni TPS mudah dijangkau, ajak dari penyelenggara Pemilu untuk gunakan hak pilih,”ungkapnya.

Untuk Pilkada Mentawai tahun 2017, lanjut Yohanes Salakkopa diperkirakan sekitar 90 persen yang mau menggunakan hak pilih. Rata-rata mereka ada sudah kenal dengan calon kepala daerah, namun ada kenal melalui foto-foto yang terpasang. “Tapi penduduk desa ini siap untuk menyukseskan Pilkada Mentawai tahun 2017,”tegasnya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mentawai telah resmi menetapkan dua pasang calon bupati dan wakil bupati Kepulauan Mentawai yang akan bertarung pada Pilkada 2017. Kedua kandidat yang akan betarung itu adalah Rijel Samoloisa-Binsar Saleleubaja dan Yudas Sabaggalet-Kortnius Sabeleakek.

Pasangan Rijel Samoloisa-Binsar Saleleubaja didukung dari Partai Hanura dan Demokrat//Pasangan Yudas Sabaggalet-Kortnius Sabeleakek didukung PDI-Perjuangan, Partai Golkar, Partasi Nasdem, Partai Gerindra, Partai PAN, PKS, dan PBB.(Der).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*