Pra PON Kempo, Sumbar Sementara Lolos 9 Nomor

Pasangan Embu putra Kyu Kenshi Anggi Prasetya dan Vijay Maulana menyumbang satu keping medali perunggu untuk kontingen Kempo Sumbar di Kejurnas Pra PON XIX di Jawa Barat.

Pasangan Embu putra Kyu Kenshi Anggi Prasetya dan Vijay Maulana menyumbang satu keping medali perunggu untuk kontingen Kempo Sumbar di Kejurnas Pra PON XIX di Jawa Barat.

Advertisements

Bandung,Padangtoday.com -Pengurus Provinsi Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Sumbar untuk sementara meloloskan 9 nomor ke Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 Jawa Barat. Sedangkan tiga nomor lagi  masih menunggu keputusan PB PON karena pada partai final menempati posisi delapan bersama.

Kepastian itu diperoleh dari hasil Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pra PON XIX-2015 yang berlangsung di GOR C-Tra Arena Bandung dari tanggal 2 hingga 5 Oktober kemarin. Pada babak kualifikasi tersebut, Sumbar berkekuatan 27 atlet dengan mengikuti 16 dari 17 nomor yang dipertandingkan.

Sembilan nomor yang lolos itu adalah Randori putra 65 kilogram atas nama Nico, Randori putra 70 kilogram melalui Ari Pramanto.

Berikutnya Embu beregu Putra (Yusuf Eka Putra, Nofrialdi, Novri Jaya dan Ahmad Khasanul Iksan), Embu berpasangan putra Yudansha I DAN (Revi Pratama Syam dan Ari Pramanto),  Embu berpasangan Putra Yudansha II/III DAN (Aljufri dan Arif Satria), Embu berpasangan putra Kyu-Khensi (Anggi Prasetya dan Vijay Maulana).

Selanjutnya Embu berpasangan putri Yudansha I DAN ( Vonny Suzendra dan Putri Anisa), Embu beregu campuran (Revy Pratama Syam, Aldo Ferdian, Vonny Suzendra dan Geffy Bushido Zidra) serta Embu berpasangan campuran Kyu-Khensi (Anggi Prasetya dan Geffy Bushido Zidra).

Sementara tiga nomor yang masih menunggu SK PB PON adalah Embu beregu putri (Silvia Anas, Nori Meristika, Rani Ayu Anisa Putri dan Yosi Febriani),  Embu berpasangan putri Kyu-Kenshi (Fathia Saada Mufi dan Rani Ayu Anisa Putri)dan pasangan campuran II/III DAN (Novri Jaya dan Desi Marlina).

Dari seluruh nomor di ikuti Ranah Minang  hanya menyebet dua medali perunggu melalui Embu putra Kyu Kenshi pasangan Anggi Prasetya dan Vijay Maulana serta Embu beregu Putra Nofrialdi dan Nofri Jaya, Yusuf Eka Putra dan Ahmad K. Diluar itu kenshi Sumbar berada diperingkat 8 besar.

Wakil ketua Perkemi Sumbar Indra Jaya menyebut setelah Kejurnas pihaknya akan segera melakukan evaluasi serta memaksimalkan persiapan jelang turun di PON 2016 Jawa Barat.

“Sejauh ini kita telah meloloskan 14 atlet dan masih menunggu tambahan berdasarkan SK PB (PON) sebanyak 6 orang karena mereka menempati posisi delapan bersama,” ujarnya, Minggu (4/10).

Manager  tim Sumbar, Sunadi menambahkan keikutsertaan taun rumah Jawa Barat pada Pra PON kali ini sangat  merugikan baik bagi Sumbar maupun daerah lain. “Pada kualifikasi ini tuan rumah Jawa Barat yang sebenarnya sudah mendapat wild card ikut pada kualifikasi. Kerugian  kami rasakan di nomor randori,  50 kg putri melalui atlet Meri Andriani  di babak kedua mencari 8 besar. Kita kalah dari Jabar yang otomatis gagal ke PON. Padahal kans untuk mengantongi tiket sangat besar,” cetusnya.

Sementara itu, Ketua KONI Padang Agus Suardi didampingi Waketum I Davitson yang datang langsung menyuport perjuangan delapan atlet asal Kota Padang di Bandung menyebut secara keseluruhan baik penampilan atlet asal Padang dan Sumatra Barat sudah sangat maksimal.

“Kami sengaja datang memberikan suport dan reward kepada atlet Padang sebagai bentuk dukungan. Alhamdulilah dua medali yang diperoleh Sumbar berasal dari Khensi Kota Padang,” sebutnya.

Dikerjai Wasit Hal Biasa

Sportivitas ditunjukan oleh Khensi, pelatih dan ofesial Sumatra Barat, meski sering dikerjai saat pertandingan wasit namun anak-anak Tuah Sakato menerima segala keputusan wasit tanpa aksi protes.

 

Isu permainan wasit bukan hanya dirasakan tim Sumbar. Hal yang sama juga dialami Provinsi lain termasuk Riau yang kerap dirugikan sang pengadil saat berlaga. Empat provinsi menurut atlet Sumbar yang enggan namanya disebut ketidakadilan wasit terlihat jika menghadapi Jawa Barat, NTT, Bali  dan DKI Jakarta. Empat daerah ini sejak awal selalu diuntungkan wasit.

Tak ayal ketika salahsatu partai  final Randori putra yang mempertemukan Papua dan tuan rumah, kenshi Sumbar dan Khensi dari daerah lain  memberikan dukungan terhadap Khensi Papua dari tribun kontingen hingga akhirnya wasit memutuskan kemenangan untuk atlet Papua. (can)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*