Pratu Ginting Tiga Jam Berendam Sapu Sampah

Pratu Muhammad Ginting sejak pukul 07.30 WIB hingga pukul 12.00 WIBbersama masyarakat berenang membersih sampah di aliran sungai Batang Muaro Padang,Minggu (29/7). Aksi bersih prajutit TNI mendapat pujian dari masyarakat ikut aksi bersih.

Advertisements

   Padang-today.com – Pratu Muhammad Ginting merupakan Kabag.San Regu II Ton II Kompi Senapan B dari Yonif 133 Yuda Sakti, Korem Sumbar Kota bersama praujit TNI lain ikut aksi bersih Sungai Batang Muaro Padang.

Pratu Ginting penuh kesadaran masuk dalam sungai Batang Arau bersihkan sampah di aliran sungai itu.

Prajurit TNI dari Yonif 133  bersama penuh semangat tanpa lelah menyapu semua sampah yang ada di Sungai Batang Arau.

“Tiga jam lebih di dalam sungai batang Arau membersihkan sampah,”kata Ginting

    Ketika sampai di kegiatan aksi bersih Sungai Batang Arau terlihat sampah begitu menumpuk. Tanpa pikir panjang, bersama masyarakat berenang bersihkan sampah. “Sampah sudah menumpuk di aliran sungai,”jelas Ginting.

    Ia menambahkan, sampah dibersihkan di aliran sungai berupa bekas potongan kayu, bantal.

    “Sampah menumpuk ini sudah menjadi sedimen, akibatnya sungai jadi dangkal,”imbuhnya.

    Ia menyatakan, kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan membuat sungai semakin dangkal dan sempit, sehingga kesulitan menampung air hujan yang mengakibatkan banjir.

    “Selain itu, sampah, puing bangunan, dan daun-daun yang terbawa aliran air sungai hingga ke tanggul atau bendungan, akan menyumbat saluran air.

Aksi bersih prajutit TNI mendapat pujian dari masyarakat ikut aksi bersih bersihkan sampah di Sungai Batang Muaro Padang.

    Sementara itu Letkol inf Endik Danyon Yonif 133 Yuda Sakti menyatakan, aksi bersih di Sungai Batang Muaro Padang melibatkan sekitar 300 prajurit TNI terdiri dari Korem Sumbar, Kodim Padang, Yonif 133 Yuda Sakti, Koramil.

    “Prajurit TNI di turun bersama masyarakat, komunikasi lainya dalam kegiatan aksi bersih,”katanya.

    Ia menjelaskan,  langsung turun ke sungai untuk membersihkan berbagai sampah yang ada di sana yang biasa menyebabkan banjir.

  Kondisi Sungai kotor oleh ulah manusia sendiri, akibat banyak dipenuhi sampah baik sampah rumah tangga maupun limbah industri.

   “Sungai  kotor dan terjadi sedimentasi yang memicu terjadinya banjir di wilayah Padang,”ujarnya.

Endik berharap agar masyarakat mempunyai tekad dan niat yang baik untuk menciptalan kebersihkan sungai.

“Artinya aksi ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk dapat menjaga kebersihan di sepanjang aliran sungai,”imbuhnya.(der)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*