Pulau Kasiak, Tempat Penangkaran Penyu di Pariaman

Tukik-2PARIAMAN,PADANGTODAY.COM-Kalau traveler liburan ke Kota Pariaman, mungkin bisa datang ke penangkaran penyu Tukik yang terletak di Desa Apar, Pariaman Utara. Di sana traveler dapat melihat tukik lucu sebelum dilepas di laut.
Jika melancong ke kota pariaman anda dapat mengunjungi kawasan penangkaran penyu.kawasan konservasi ini dapat dicapai dari bandara internasional minangkabau dengan waktu tempuh kurang lebih 50 menit perjalanan darat.dari pusat kota pariaman hanya berjarak tempuh sekitar 10 menit dengan perjalanan darat.
Kawasan konservasi ini dibentuk pada tahun 2013, dan kawasan konservasi penyu telah menjadi primadona baru para pelancong dan pecinta alam.dikawasan ini terdapat beberapa kegiatan operasinal penyelamatan telur penyu dari tiga spesies yang terancam punah:penyu hijau(chelonian mydas),penyu sisik(eretmochelys imbricata) serta penyu lekang (lepidochelysolivacea)

Advertisements

Penyu sisik,misalnya adalah salah satu jenis penyu dari sekian banyak jenis penyu diperairan Indonesia.penyu ini juga dikenal dengan sebutan hawksbill turtle (karena bentuk paruhnya mirip buru ng elang).penyu jenis ini dapat mencapai berat tubuh sekitar 80 kg dan dapat hidup hingga berusia 100 tahun bahkan lebih.penyu ini terbilang unik dari segi anatomi karena mempunyai karapas yang berbeda dari penyu yang lain dan memilik nilai ekonomois yang tinggi.maka tak heran bila penyu jenis ini menjadi buruan orang-orang sehingga kini populasinya kian terancam.walaupn penyu dilindungi dalam undang-undang baik secara nasional maupun internasional namun ancaman punahnya satwa ini kian memprihatinkan.

Lokasi Tukik ini terletak di sebelah utara perairan Pantai Pariaman, tepatnya di Pulau Kasiak. Di pulau ini jenis jenis penyu tersebut meneteskan telurnya. Untuk menuju kepulau ini traveler dapat mempergunakan perahu mesin dengan jarak tempuh 15 menit.
Baru baru ini sebanyak 97 telor penyu lekang menetas di Pulau Kasiak Pariaman, penetasan ini sebagai penangkaran oleh UPT Konsevasi Kota Pariaman. Sebelum menetas telor telor ini terlebih dahulu ditanam di Pulau tersebut.
“untuk peningkatan daya tetas telur penyu untuk 2016 sebanyak 50.000 telor penyu siap tetes, sebelumnya pada tahun 2015, telor penyu yang menetes sebanyak 25.000 telor. Jadi untuk tahun 2016 ini kita targetkan menjadi 50.000 telor,” ungkap Kepala UPT Kota Pariaman Citra Aditur Bhari, di Pariaman, Jumat 11-03-2016.
Dijelaskan, tujuan pelestarian adalah karena penyu hampir punah dan jarang ditemukan di perairan laut Sumatera Barat Pariaman, karena adanya kegiatan dan kapal hisap yang merusak ekosistem laut di perairan tersebut.

Secara Umum ada tiga tahap jenis kegiatan di lokasi penangkaran, yaitu penetasan, pemeliharaan, dan pelepasan. Awal berdirinya pada tahun 2013. Tetapi baru dibuka untuk umum awal tahun 2015.

Saat pelepasan, umur tukik minimal kisaran 10 bulan-1 tahun. Harapannya untuk tingkat kehidupan di laut yang lebih bagus. Pelepasan minimal 1 mill dari pinggir pantai. Dinamakan penyu hijau karena kandungan lemak dalam tubuhnya berwarna hijau dan mempunyai satu buah kuku pada kaki renangnya.

Warna Penyu hijau antara lain cokelat dan abu-abu hitam. Kalau penyu sisik punggungnya mempunyai bentuk susunan seperti susunan genteng, lebar kepalanya 15 cm, dan sisiknya agak kasar seperti sisik ular. Jelas Citra. (eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*