Pustaka Bung Hatta Gelar Bedah Buku Bung Hatta

Bedah Buku Bung Hatta di Auditorium PPBH, Kamis (28/8)

Bedah Buku Bung Hatta di Auditorium PPBH, Kamis (28/8)

Bukittinggi, PADANGTODAY.com – UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta (PPBH) Bukittingi menggelar bedah buku yang bertajuk “Hatta : Aku Datang Karena Sejarah”. Kegiatan bedah buku ini di adakan dalam rangka memperingati Hari kelahiran Bung Hatta yang ke-112.

Kegiatan bedah buku yang dilaksanakan di Auditorium PPBH, Kamis (28/8) dengan mendatangkan narasumber putri sulung dari Bung Hatta sendiri yaitu Prof.Dr. Meutia Hatta Swasono, Dra. Welmin Sunyi Ariningsih, M.Lib (Deputi I Perpustakaan Nasional RI) serta Penulis Buku Bung Hatta sendiri Sergius Sutanto.

Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Bukittinggi Drs. Yoyo Yahyono, SIP, M,Si mengatakan, kegiatan yang dilakukan ini sebagai salah satu kegiatan promosi sekaligus dalam rangka memperingati hari lahir Bung Hatta 12 Agustus yang ke-112. Dan kegiatan bedah buku Bung Hatta ini mendapat dukungan penuh dari Perpustakaan Nasional RI.

Adapun yang menjadi sasaran peserta untuk kegiatan ini terdiri dari karyawan, guru, dosen, pengamat pendidikan, mahasiswa, pelajar dan umum.

“Kegiatan bedah buku yang kita laksanakan ini dibagi menjadi dua sesi, dimana sesi pertama pemutaran film documenter tentang Bung Hatta, dan sesi kedua bedah bukunya Bung Hatta,” ujar Yahyono.

Menurut Yahyono, bedah buku ini disajikan bukan sekedar diskusi melainkan pesan moralnya lah yang membuat bedah buku ini menarik. Buku terbitan 2013 ini memberikan kesan yang mendalam dan membangkitkan gairah untuk mengikuti jejak langkah perjuangan dan cita cita Bung Hatta.

Yahyono menambahkan tujuan dari kegiatan ini, yakni untuk mengenang kembali jejak langkah sang proklamator, memberikan manfaat ilmu dan menambah pengetahuan bagi peserta bedah buku serta meningkatkan jumlah kunjungan ke perpustakaan ini.
Disamping itu juga untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional sesuai dengan keberadaan tugas pokok dan fungsi perpustakaan sebagai sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Bung Hatta meski beliau tidak lagi bersama kita, namun the spirit of Founding father of the Indonesia Republic masih tetap hidup. Kepribadian Bung Hatta sebagai proklamator, negarawan, politikus, ekonom, ilmuwan, disiplin serta taat beribadah hendaknya dapat ditauladani serta dilaksanakan dalam kehidupan pribadi, keluarga dan generasi muda kita,” sebut Yahyono mengakhiri. (doni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*