Puting Beliung, Ayam Merana, Penanganan Diharapkan Optimal

Bupati Alis Marajo dan Wakil Bupati Asyirwan Yunus turun langsung ke lokasi mendata dan membantu korban puting beliung.1

Bupati Alis Marajo dan Wakil Bupati Asyirwan Yunus turun langsung ke lokasi mendata dan membantu korban puting beliung.1

Bupati Alis Marajo dan Wakil Bupati Asyirwan Yunus turun langsung ke lokasi mendata dan membantu korban puting beliung.2

Bupati Alis Marajo dan Wakil Bupati Asyirwan Yunus turun langsung ke lokasi mendata dan membantu korban puting beliung.2

Pemilik kandang ayam bersihkan puing yang disapu puting beliung di Luak Limapuluh Kota

Pemilik kandang ayam bersihkan puing yang disapu puting beliung di Luak Limapuluh Kota

Pemilik kandang ayam bersihkan puing yang disapu puting beliung di Luak Limapuluh Kota

Pemilik kandang ayam bersihkan puing yang disapu puting beliung di Luak Limapuluh Kota

Limapuluh Kota, PADANGTODAY.com-Bupati Lima Puluh Kota Alis Marajo dan Wakil Bupati Asyirwan Yunus meninjau para korban musibah angin puting beliung di tiga nagari di Kecamatan Luak, Senin (16/3). Ia meminta seluruh instansi terkait melakukan penanganan secara optimal.

“Saya minta semua instansi teknis menangani bencana ini secara keroyokan  dengan optimal. Agar masyarakat yang menjadi korban dapat tertangani secepatnya,” ujar Bupati di hadapan sejumlah kepala SKPD di lokasi bencana.

Tak hanya menangani kerusakan bangunan dan berbagai fasilitas yang rusak ringan hingga parah, Bupati juga menegaskan dinas terkait untuk memperhatikan ketersediaan logistik para korban. Selain itu ia juga mengharapkan semua lapisan masyarakat ikut mengambil peran dalam penanggulangan bencana tersebut demi percepatan penanangannya.

”Malang sekejab mata, itulah kuasa Illahi. Kami datang untuk menunjukan muko nan sabak (keprihatinan),” ujar Alis Marajo Dt Sori Marajo yang Niniak Mamak itu di hadapan para korban. Pada kesempatan itu ikut hadir Ketua DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, SH dan sejumlah anggota dewan setempat.

Informasi diperoleh di lapangan, jumlah bangunan yang rusak diperkirakan mencapai 125 unit yang terdiri dari rumah, tempat ibadah dan fasilitas umum lainnya. Kerusakan terbesar terjadi di Nagari Andaleh yang mencapai 79 bangunan dengan kondisi rusak berat sebanyak 8 rumah, rusak sedang sekitar 7 rumah dan lainnya rusak ringan.

Sedangkan di nagari tetangganya Sungai Kamuyang tercatat sebanyak 30 rumah dan di Nagari Mungo sekira 16 rumah. Sedangkan kerusakan tanaman seperti pohon tumbang hingga berita ini diturunkan masih dalam pendataan.

Kepala BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota Drs Irfan AM menjawab Humas mengatakan, dalam bencana ini telah ditetapkan tanggap darurat selama 3 hari. Mulai besok (Selasa 17/3) red, akan dilakukan perbaikan-perbaikan termasuk sarana umum seperti pohon tumbang, jaringan listrik PLN dan lain.

”Seluruh SKPD termasuk pemerintahan nagari, TNI/Polri, Tagana dan masyarakat turun bersama-sama menangani bencana ini,” ujar Irfan.

Keterangan Sekretaris Nagari Andaleh Dedi Hatta, peristiwa yang memporak-porandakan tiga nagari bertetangga itu terjadi Minggu (15/3) sekitar pukul 16.15 Wib. Saat kejadian turun hujan lebat disertai angin kencang yang menumbangkan puluhan bahkan tarusan pohon serta menerbangkan atap sejumlah bangunan hingga mengakibatkan rusak ringan hingga berat.

Dalam tinjauan tersebut , Bupati sempat mendapati salah satu rumah tidak layak huni milik korban Afrison (52) di Jorong Kapalo Koto Andaleh yang hancur di timpa pohon tumbang. Menyaksikan kondisi kediaman korban tersebut, Bupati langsung memerintahkan Dinas Sosial mendata rumah korban yang tidak layak huni itu masuk ke dalam program Dinas Sosial.

”Kalau rumah korban termasuk rumah tidak layak huni, tolong catat dan masukan ke dalam program pembangunan rumah layak huni,” ujar Bupati.

Sapu Tiga Nagari

Angin kencang disertai hujan lebat yang terjadi sekitar pukul 16.15 WIB, Minggu(15/3) kemarin menyapu tiga nagari di Kecamatan Luak. Ratusan bangunan yang terdiri dari rumah warga, sekolah, tempat ibadah dan unit usaha kandang ayam di Nagari Andaleh, Mungo dan Sungai Kamuyang.

Di posko bencana alam angin kencang Nagari Andaleh Kecamatan Luak, terdapat sekitar 168 unit bangunan mengalami kerusakan. Sedikitnya 88 unit bangunan di Nagari Andaleh, 50 unit bangunan di Nagari Mungo dan 30 unit Bangunan di nagari Sungai Kamuyang.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam bencana yang melanda kecamatan Luak tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta. Hingga kini masing-masing nagrai terus menghimpun data kerugian dari masing-masing jorong.

Nagari dengan dampak bencana paling parah terdapat dinagari Andaleh dengan kerusakan bangunan tercatat sebanyak 78 rumah warga ,4 bangunan tempat ibadah dan 3 bangunan sekolah serta 3 unit usaha peternakan ayam.

“Semua kerusakan ini termasuk rusak ringan sedang dan berat,”ungkap Walinagari Andaleh, Harmen Sastra melalui Sekretaris Nagari, Dedi Hatta, Senin(16/3).

Kerusakan rumah dengan kondisi berat, kata Dedi Hatta ada sekitar 14 unit dan rusak sedang 22 unit rumah serta rusak ringgan sekitar 43 unit. Sementara tempat ibadah, Mushola Nurul Huda di Jorong Kapalo Koto dan Mushola Pitabek mengalami kerusakan parah dengan atap yang diterbangkan angin, sementara Mushola SMK Luak dan Mushola Annur mengalami kerusakan ringan.

Sekolah yang mengalami kerusakan juga terdapat di Jorong Kapalo Koto Nagari Andaleh. Sarana pendidikan itu, SMKN Luak, SDN 04 Andaleh dan SMP Muhamadiyah dengan kerusakan pada sebagian atap yang diterbangkan angin kencang.

Selain itu di Nagari Andaleh terdapat 3 unit kandang ayam milik warga yang rusak, dua diantaranya mengalami kerusakan parah.

“Dua kandang ayam milik warga dengan kapasitas masing-masingnya, 5ribu ekor ayam pedaging rusak parah, sebab benar-benar rubuh,” ucap sang Seknag.

Sedangkan untuk pohon tumbang, ada puluhan jumlahnya. Namun sampai siang, warga bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI dari Koramil Luak dan Polsek Luak serta Taruna Siaga Bencana (Tagana) melakukan pembersihan bekas reruntuhan.

“Saat ini warga yang rumahnya benar-benar tidak bisa ditempati tidak ada, namun bagi yang atap rumahnya cukup parah mengalami kerusakan sudah dibantu oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan terpal plastik. Selain itu juga ada paket makanan cepat saji,” ucap Dedi Hatta.

Sementara, di Nagari Mungo, tercatat sebanyak 50 unit bangunan yang rusak akibat tertiup angin kencang, termasuk dua unit kandang ayam yang rubuh, Musala dan Kantor Walinagari yang mengalami kerusakan ringan.

“Ini datanya, kerusakan terparah kandang ayam yang rubuh di Jorong Talaweh. Kios Mini Perikanan di Jorong Balai Gadang Ateh dan Mushola di Jorong Indo Baleh Barat,” ungkap Walinagari Mungo, Mestari Datuak Rajo Malikan.

Dari data yang telah dirangkum Pemerintahan Nagari Mungo, rumah warga dengan kerusakan dan kerugian terbesar diderita,Irwandi di Jorong Pincuran Tinggi yang diperkirakan mencapaiRp50 juta dan Amrius Datuak Sati di Jorong Bukik Gombak Situak dengan taksiran kerugian Rp10 juta.

“Beruntung tidak ada korban jiwa, namun kerugian total kita perkirakan hingga ratusan juta. Perkiraan itu dinilai dari bangunan yang rusak,” tambah Mestari Datuak Rajo Malikan.

Sementara di Nagari Sungai kamuyang dari data yang telah diterima posko bencana, tercatat 30 unit rumah. Sampai siang kemarin pemerintahan nagari masih melakukan pendataan.

Tanggap 3 Hari

Kepala BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Irfan AM di Posko Bencana Kecamatan Luak menyebutkan akan mentapkan tiga hari tanggap bencana.

“Semua pembersihan puing reruntuhan, perbaikan fasilitas umum dan aliran listrik akan dilakukan mulai besok,”sebutnya.

Sementara soal kerugian yang diderita warga untuk tanggap darurat sebagian sudah disalurkan oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

“Soal bantuan tanggap darurat, kita akan ajukan dulu sesuai aturannya ke Dinas Pengelolaan Pendapatan dan Keuangan Daerah (DPPKAD),”terang Irfan AM didampingi Camat Luak, M Ali Firdaus dan Danramil Luak, Kapt Inf. Sunarko.

Ayam Paling Tinggi

Kerugian terbesar yang dimbulkan bencana angin kencang diderita para pemilik kandang ayam. Pasalnya dengan modal ratusan juta, sedikitnya 4 unit kandang ayam di Nagari Andaleh dan Nagari Mungo benar-benar rubuh. Bahkan dua diantaranya sedang dalam masa pemeliharaan ayam.

Di Nagari Andaleh, kandang ayam berkapasitas 5ribu ekor milik, Rita, 34, di Jorong Kampuang Tangah rubuh total. Padahal di dalam kandang terdapat sedikitnya 5 ribu aam yang masih berumur 11 hari.

“Itulah kerugian kami, kandang rubuh. Hingga saat ini kami kesulitan untuk menyelamatkan ayam yang masih kecil-kecil. Entah Pada siapa kami akan mengadukannya. Mudah-mudahan Dinas Peternakan mau memberikan bantuan,”harap Rita.

Hal yang sama juga dirasakan, Eli Yenti, 39 dan Dahlawi di Nagari Mungo. Kandang ayam kedua korban bencana angin kencang itu juga luluh lantak diterjang angin. Setidaknya untuk satu unit kandang ayam mengalami kerugian Rp100 hingga 120 juta.

“Kabaa lai, iko lo nasib kito. Indak disangko angin kancang ko nan kamaruntuahan kandang,” ungkap Dahlawi yang terlihat dengan lesu membersihkan puing-puing kandang ayamnya.

Sementara Eli Yenti, pemilik kandang ayam lainya yang rubuh berharap bantuan pemerintah untuk bisa kembali mendirikan kandang ayamnya.

Bahwa ini satu-satunya usaha kami, sekarang sudah hancur. Mudah-mudahan jadi perhatian pemerintah,” harapnya.(Dodi Syahputra)

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*