Putri Indonesia 2015: Tertib Lalulintas Harus Diterapkan Sejak Dini

Anindya Kusuma Putri.

Anindya Kusuma Putri.

Advertisements

Padangpariaman, Padang-Today.com-Tertib berlalu lintas harus diterapkan sejak usia dini, saat ini kesadaraan berlalu lintas dijalan raya masih rendah. Sehingga banyak kecelakaan dijalan raya menelan korban jiwa. Hal ini disampaikan Putri Indonesia 2015 Anindya Kusuma Putri di Malpores Padangpariaman, Sabtu (4/4).

“Masih banyak penguna kendaraan roda dua yang tidak memakai pengamanan seperti helm, sehingga terjadi kecelakaan mengakibatkan korban meninggal” ungkap Anindya.

Acara pemasangan helm oleh Putri Indonesia tersebut dihadiri oleh Kapolda Sumbar, Gubernur Sumbar, Bupati Padangpariaman, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Forkopimda serta tokoh masyarakat setempat.

Anindya yang kerap disapa Anin ini, mengatakan, perlunya ditanamkan budaya tertib berlalu lilintas sejak usia dini. Kenapa tidak, dengan ditanamkannya tertib lalu lintas kepada murid murid SD ini akan terbiasa degan sendirinya mereka sadar akan berlalulintas di jalan raya. Jelas Anin.

Dijelaskan, “ia sehari harinya banyak mengunakan jalan raya dengan mengunakan kendaraan roda dua di Semarang Jawa Tengah. Setiap memakai kendaraan selalu memakai hlem guna menjaga keselamatan di jalan raya. Selain itu, juga mematuhi undang-undang yang telah ditentukan,” paparnya.

Kemudian, pada kesempatan itu Anin sangat berterimakasih kepada pihak Polri dan pihak Pemerintah setempat yang telah mengikut sertakanya dalam pemasangan helem pada penguna kendaraan roda dua di Sumatera Barat ini salah satu sekolah dasar SD no16 Padangpariaman, ujarnya.

Sementara Kapolda Sumbar Brigjen Pol Bambang Sriherwanto mengatakan, “Semangkin tingginya pemakai jalan semangkin tinggi angka kecelakaan di jalan raya. Transportasi dalam suatu keluarga sangat dibutuhkan, hal ini ditandai dengan tingginya penguna jalan raya. Artinya, semangkin meningkatnya penguna jalan raya, semangkin tinggi angka kecelakaan. Untuk itu pihak Polri berupaya mewujudkan tertib berlalulintas dijalan raya sejak usia dini. “Ungkap bambang.

Menurutnya, angka kecelakan dijalan raya tiap tahunya terjadi peningkatan, dan kecelakaan ini terjadi pada pemakai kendaraan roda dua. Untuk menekan angka kecelakaan ini dapat menurun, pihak Polri telah melakukan sosialisasi dengann berbagai cara, salah satunya dengan cara memberikan sosialisai kepada anak usia dini salah satunya murid Sekolah Dasar, papar Bambang yang didampingi Kapolres Padangpariaman.

Selain itu, jelas Bambang, untuk menekan angka kecelakaan ini perlunya suatu infrastruktur yang memadai. Artinya, disetiap jalan-jalan yang rawan kecelakaan diberi rambu-rambu lalulintas serta dilengkapi dengan personil pihak Polri. “Kondisi Jalan di Sumbar ini masih banyak tidak memadai, dan masih ada yang tidak mempunyai markajalan, sehingga banyak terjadi kecelakaan” Ujarnya.

Setiap tahunya terjadi peningkatan kecelakaan dijalan raya, tambah Bambang, baik secara kualitas maupun kuantitas terjadi peningkatan 20 persen pertahun. Salah satu terjadinya kecelakaan ini akibat kondisi jalan dan kelalain sipenguna kendaraan. Untuk itu pihak Polri menghimbau kepada seluruh penguna jalan raya agar berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu lalulintas serta memakai pengamanan yang telah ditentukan, tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Syamsurizal MM, setiap tahunya terjadi peningkatan kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa. Kecelakaan ini diakibatkan terjadinya kelalain sipenguna jalan raya dan sipemakai kendaraan. “Kita dapat melihat fenomenal dijalan raya, dari tahun ke tahun terjadi peningkatan kecelakaan sekitar 20 persen. Kecelakaan ini terjadi bagi sipengguna kendaraan roda dua. Arytinya, masih rendah kesadaran berlalu lintas dijalan raya. Jelas Samsurizal yang mewakili Gubernur Sumbar.

Pemerintah Kota Pariaman memiliki pantai landai dengan pesona yang indah, Kota yang bermotto Sabiduak Sadayuang ini perlu mengenjot pariwisata dengan memiliki pusat penangkaran penyu pertama dan satu-satunya di Sumatera Barat. Hal ini disampaikan Anindia Kusuma Putri saat mengunjungi lokasi penangkaran penyu, Sabtu(4/4) Apar, Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman.

Menurutnya, Kota Pariaman terus berupaya untuk membenahi dalam usaha pengembangan sector pariwisata, karena Kota Pariaman tak kalah dengan daerah lainya, untuk itu perlu ditingkatkan infrastruktur dan pembangunan lainya. “Kota Pariaman sector pariwisatanya cukup bagus, bahkan tak kalah dengan daerah lainnya. Untuk itu perlu ditinggkatkan pembangunan lainya untuk mendukung objek pariwisata dikota ini,” jelas Anindia.

Melalui pariwisata ini, jelas Anindia, mampu meninggkatkan ekonomi masyarakat setempat dan mengenjot pariwista didunia luar. Selain itu, Anindia juga merasa kagum dengan keberhasilan Pemko Pariaman telah mendirikan konserfasi Penyu. “Saya cukup kagum saat berada di tempat penangkaran penyu Pantai Apar, Kecamatan Pariaman Utara ini. Pantai yang landai dan indah ini perlu ditingkatkan pembangunannya, untuk penunjang pariwisata,” tandasnya.

Sementara Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman, mengatakan, saat ini Pemko Pariaman telah membenahi resort wisata dalam usaha pengembangan sector pariwisata. Objek wisata pantai Pariaman diantaranya adalah pantai Gandoriah yang berlokasi di depan stasiun kereta api Pariaman, Pantai Kata di Taluk-Karan Aur, Pantai Cermin di Karan Aur, Pantai Belibis di Naras dan memiliki Pusat Penangkaran Penyu pertama dan satu-satunya di Sumatera Barat di Pantai Penyu, Apar, Kec. Pariaman Utara, jelas Mukhlis.

Selain itu, jelas Walikota Pariaman, Kota yang bermotto Sabiduak Sadayuang ini juga memiliki 5 (lima) pulau kecil yang tak berpenghuni yang tengah dikembangkan sarana dan prasarananya sebagai destinasi wisata oleh Pemkot Pariaman diantaranya Pulau Angso Duo, Pulau Kasiak, Pulau Tangah, Pulau Ujung dan Pulau Gosong, paparnya.

Kemudian, Kota ini juga dikenal dengan pesta budaya tahunan tabuik yang prosesi acaranya diselenggarakan mulai dari tanggal 1 Muharram sampai pada puncaknya tanggal 10 Muharram setiap tahunnya. Saat ini terdapat 2 museum rumah Tabuik yakni Rumah Tabuik Subarang di Jl. Imam Bonjol Samping Balaikota dan Rumah Tabuik Pasa di Jl. Syekh Burhanuddin Karan Aur yang memuat informasi sejarah perkembangan dan pembuatan tabuik beserta replikanya,tandasnya.(eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*