PWI Mentawai Silaturahmi ke Pariaman

PARIAMAN,PADANGTODAY.COM-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kepulauan Mentawai bersilaturahmi ke kantor PWI Pariaman, Sabtu (31/10) di Kampung Belacan, Kota Pariaman. Mereka disambut oleh sejumlah wartawan senior diantaranya Ikhlas Bakri, Awal Piliang, Tuanku Damanhuri dan praktisi media Oyong Liza Piliang.

Advertisements

Kunjungan silaturahmi oleh tiga orang wartawan dari PWI Kepulauan Mentawai tersebut diwakili oleh Science Astra, seksi pendidikan, Delvino, seksi organisasi dan Eriyanto Leo selaku Ketua PWI Mentawai.

Kehadiran mereka juga disambut oleh para wartawan Pariaman, baik media cetak maupun elektronik yang menjadikan kantor PWI sebagai balai tempat berhimpun.

“Kunjungan kami ini dalam rangka silaturahmi sekaligus mencari pengalaman seiring usia PWI Kepulauan Mentawai memasuki tahun ke-3. Sebelumnya kita juga telah berkunjung ke PWI Sawahlunto dan akan dilanjutkan ke Kota Payakumbuh,” sebut Leo.

Kunjungan tersebut kata dia akan terus berlanjut. Menurut dia kedatangan mereka ke PWI Pariaman merupakan kunjungan pertama dan akan diteruskan oleh tim selanjutnya. Leo juga menyebutkan untuk saat ini jumlah wartawan muda di Mentawai sebanyak 40 orang dan wartawan biasa 7 orang.

“Pada awal keberadaan PWI di sana memang cukup mendapat banyak rintangan dari masyarakat, dikarenakan oleh sejumlah oknum yang datang kesana sebelum PWI berdiri mengatasnamakan wartawan kemudian melakukan pemerasan. Namun seiring berjalannya waktu dan pendekatan yang kita lakukan selaku wartawan resmi, alhamdulillah sudah bisa diterima oleh warga dan pemerintahan setempat,” ulas Leo.

Sementara itu Ketua PWI Ikhlas Bakri menyambut baik kehadiran para wartawan dari Kepulauan Mentawai tersebut. Kata dia PWI adalah organisasi himpunan jurnalis tertua sekaligus bersolidaritas tinggi. PWI berdiri pada 9 Februari di Surakarta bertepatan dengan Hari Pers Nasional.

Dia mengaku sangat mengapresiasi kehadiran para rekannya dari PWI Mentawai. Dia berharap silaturrahmi itu harus sering dilakukan karena Mentawai merupakan bagian historial Padangpariaman.

Ikhlas Bakri bahkan memberikan dukungan moril dan mitovasi atas pemekaran Kabupaten Kepulaun Mentawai.

Dia juga mengatakan mendukung sepenuhnya HPN (Hari Pers Nasional) tingkat Sumbar dilaksanakan di Mentawai sebagaimana niat yang diutarakan Leo sebelumnya.

“Serta akan bersedia berbagi pengalaman dengan kawan-kawan dari PWI Kabupaten Kepulauan mentawai yang datang berkunjung ke Paraiaman,” tambahnya.

Sementara itu, praktisi sosial media yang juga seorang jurnalis, Oyong Liza Piliang mengatakan, PWI sebagai salah satu organisasi wartawan tertua harus mampu mengkaderisasikan wartawan muda yang memiliki integritas. Dia menyebut, di zaman serba instan sekarang, banyak oknum wartawan menyalahgunakan UU kebebasan pers demi kepentingan pribadinya dan meruntuhkan wibawa penyandang profesi wartawan bermartabat.

Pengamat sosial itu mengatakan, PWI harus jadi organisasi pengayom bagi wartawan muda dan wartawan yang ‘tersesat’.

“PWI harus membuka diri seluas-luasnya dan menjadikan organisasinya wadah bagi wartawan berhimpun, belajar dan menimba ilmu jurnalistik yang benar,” kata debater di berbagai milis tersebut.

Sebagaimana dia tuturkan, di era globalisasi pesat seperti sekarang ini banyak kalangan dari berbagai profesi memotong kompas menggapai tujuan.

“Termasuk para wartawan. Tantangan wartawan itu sesungguhnya diri dia dan profesinya. Sense of journalism harus ditanamkan kepada wartawan muda. Itu nurani dia sekaligus kompas moralnya dalam menjalankan amanah profesi yang dia pilih,” kata penulis ribuan opini itu tenang. (eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*