Radio Land dan BNNK Payakumbuh Suluhi Pedagang Ibuh Tentang Bahaya Narkoba

Penyuluhan Tatap Muka Kepada Kelompok Pedagang Pasar Ibuah Payakumbuh

Penyuluhan Tatap Muka Kepada Kelompok Pedagang Pasar Ibuah Payakumbuh

Advertisements

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Payakumbuh bekerja sama dengan Radio Land Pasar Ibuh mengadakan penyuluhan tatap muka kepada Kelompok Pedagang Pasar Ibuh, Rabu 13 April 2016. Dalam pertemuan yang mengangkat tema bersama kita cegah dan berantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba tersebut, hadir 20 perwakilan pedagang sesuai jumlah undangan yang dibagikan. Sedikit berbeda, penyuluhan tersebut dilakukan secara lesehan di Radio Land agar tercipta suasana akrab dan santai.

Penyuluhan tersebut dihadiri oleh tiga narasumber, masing-masing Kepala BNN AKBP Firdaus ZN SPd MSi, Polres Kota Payakumbuh yang diwakili oleh Kasat Narkoba AKP. Romarpus Almi, SH, serta Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh yang diwakili oleh dr. Yanti dari Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes). Penyuluhan dimulai dari pukul 10.00 sampai dengan pukul 13.00 Wib. Dari pihak Koperindag Payakumbuh diwakili oleh Kasi Pendapatan Pasar, Efrizal S.Sos ikut memberikan kata sambutan dan mengikuti jalannya acara.

Peserta tampak serius mengikuti jalanya acara. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya informasi yang mengejutkan serta slide gambar pendukung materi yang memang sangat menarik untk disimak.

Seperti pemaparan yang disampaikan oleh Kepala BNN yang menyatakan bahwa kondisi saat ini, Payakumbuh berada pada posisi 2 tingginya tingkat penyalahgunaan narkoba dari 19 kota dan kabupaten yang ada di Sumatera Barat. Ketika ada undangan yang bertanya, kenapa hal seperti ini bisa terjadi, Firdaus mengungkapkan alas an utama tingginya peredaran narkoba di Payakumbuh ditunjang oleh dua faktor utama.

Pertama karena Payakumbuh berada di perlintasan ke daerah lain, kedua karena kota Payakumbuh yang hidup hampir 24 jam. Berabjak dari hal itu, BNNK bekerjasama dengan pihak kepolisian giat bekerja untuk memberantas penyalahgunaan narkoba tersebut. Hal ini terbukti dari banyaknya penangkapan pemakai, kurir atau Bandar narkoba di wilayah hukum Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

Kemudian, narasumber berikutnya, AKP Romarpus Almi juga tak kalah memberikan informasi yang mencengangkan. Selama ini penyuluhan narkoba di lingkungan pasar terutama di Pasar Ibuh masih sangat minim dilakukan. Padahal narkoba sudah masuk hampir kesemua lini, termasuk di lingkungan pasar.

Selain itu, meskipun aparat kepolisian gencar menabuh perang terhadap narkoba, namun pelaku tetap eksis dan bahkan memiliki modus yang beragam. Bahkan, penjara di Payakumbuh dan Penjara Anak dan Wanita di Tanjung Pati yang didominasi oleh mereka yang tersandung narkoba, belum mampu membuat jera pelakunya.

Terbukti kasus tertangkapnya kembali residivis narkoba yang baru saja keluar dari penjara untuk kasus yang sama. Di payakumbuh bahkan ada satu terpidana yang sudah empat kali keluar masuk penjara karena kasus narkoba.

Ketika sesi diskusi tanya jawab, seorang undangan menanyakan tentang aturan yang menyatakan ketidaksetujuannya terhadap aturan yang menyatakan bahwa pemakai narkoba harus direhabilitasi, bukan di tahan.aturan ini seolah kontra dengan upaya pemberantasan narkoba dan terkesan melindungi pemakai narkoba.

Menjawab pernyataan ini, AKP. Romarpus Almi mengemukakan bahwa anggaran untuk rehabilitasi pemakai narkoba dari tahun ke tahun selalu dikurangi. Hal ini menandakan bahwa ada indikasi penindakan terhadap pemakai narkoba akan lebih diintensifkan ke depannya.

Dengan suksesnya penyuluhan yang dilakukan oleh BNN Kota Payakumbuh di Radio Land Pasar Ibuh ini, Penanggungjawab Radio Land, Yenny Fitri Z SH menyatakan bahwa ini merupakan kegiatan ke lima yang telah dilakukanoleh Radio Land di lingkungan Pasar Ibuh selama radio ini kembali eksis mengudara sejak awal November 2015.

Kegiatan pertama, goro bersama dalam rangka Jumat Bersih di kawasan Pasar Ibuh bersama Koramil, Koperindag, serta DTRK. Kegiatan Kedua, dalam rangka hari HKN digelar cek kesehatan gratis bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh dan Yayasan Danamon Peduli. Kegiatan ketiga, lomba merangkai parsel antar pelajar tingkat SMP se-Kota Payakumbuh.

Kegiatan Keempat terlibat penuh dalam Festival Pasar Rakyat yang digelar oleh Yayasan Danamon Peduli. Dan terakhir penyuluhan oleh BNN Kota Payakumbuh. Menurut Fitri begitu ia biasa disapa, ditengah keterbatasan sarana dan prasarana Radio Land, ia bersama timnya berusaha menjadikan Radio Land yang berada di bawah naungan Koperindag Payakumbuh sebagai radio komunitas bagi pedagang dalam menyalurkan aspirasi dan wadah informasi bagi pedagang.

”Ke depannya, kita berharap ada pembenahan yang lebih baik bagi Radio Land sehingga semakin banyak pihak yang tertarik untuk bekerjasama di bidang lainnya,” ujar Yenni Fitri, praktisi komunikasi ini.(rel/Radio Land Pasar Ibuh Payakumbuh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*