Ramle Ismail, Anak Singapura Yang Cinta Budaya Indonesia

RamleSingapura, PADANGTODAY.com – Darmasiswa adalah beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah Indonesia kepada para mahasiswa dari negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia. Para mahasiswa tersebut dapat memilih untuk belajar bahasa Indonesia, seni budaya, dan kerajinan di 45 perguruan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Ramle Ismail, dilahirkan di keluarga berlatarbelakang Melayu di Singapura 46 tahun lalu. Kecintaannya pada gamelan tak pernah pupus. Selepas wajib militer dan menerima tawaran Darmasiswa dari pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Tahun 1992, ia tanpa ragu mengambilnya dan bulat menyatakan keinginan belajar gamelan di STSI Yogyakarta pada tahun 1992.

Setahun belajar gamelan dan budaya Jawa sampai mendalam, Ramle kenal betul budaya Jawa. Ia menyampaikan bahwa kadang ia mengkritik kalau ada seseorang di Singapura, misalnya di suatu karnaval budaya masyarakat Indonesia di Singapura, mengenakan pakaian Jawa dengan mencampuradukkan antara Solo dan Yogya, baik baju, blangkon, dan kerisnya. “Tidak boleh dicampur aduk!” katanya saat dijumpai di rumahnya di Singapura, Kamis (14/08) lalu.

Ia tahu persis gamelan slendro dan pelog, dan dapat memainkannya dengan baik. Diasuh oleh ibu Suharti, pemegang merk ayam goreng terkenal di Indonesia, Ramle bahkan sampai tahu adat Jawa tirakat dan lainnya.

Kecintaan pada Indonesia, tidak hanya pada budayanya saja. Saat ini fokus kegiatan hobby-nya beralih dari gamelan ke komunitas himpunan motor Singapura, yang lebih dikenal sebagai Riders Aid Singapore. Di komunitas inilah ia melakukan kegiatan-kegiatan amal untuk Indonesia.

Di bencana-bencana besar Indonesia, seperti Merapi, ia dan Riders Aid Singapura selalu memberikan bantuan. Selain itu iapun selalu mengadakan Rally Tour sambil memberikan Bantuan Sosial di berbagai daerah di Indonesia. Tahun 2015 mendatang mereka berencana ke Bali, setelah tahun-tahun sebelumnya mereka menyelenggarakan Sumatera Utara, Bandung, Jogyakarta dan Tanjung Pinang (KEPRI).

Acara semacam ini telah ikut berkontribusi mempopulerkan daerah-daerah wisata Indonesia selain juga memberikan gambaran kemajuan dan budaya berbagai daerah Indonesia.

Dalam diskusi santai di rumahnya yang bernuansa sangat Indonesia dan sambil makan lontong sayur dan serundeng, ia menyampaikan keinginan ada acara reuni para alumni Darmasiswa dari berbagai angkatan. (md/nol)