Relawan UNP Kini Masih Bertahan, Membantu Warga Sungai Naniang

KSR PMI Unit UNP di Sungai Naniang, Bukik Barisan, Limapuluh Kota.

KSR PMI Unit UNP di Sungai Naniang, Bukik Barisan, Limapuluh Kota.

Advertisements

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-45 orang relawan berdatangan ke Sungai Naniang, Bukik Barisan, sentra lokasi bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa kawasan di Limapuluh Kota sejak awal pekan lalu, sepagi bencana itu tersiar. Misi kemanusiaan yang diarak oleh para aktivis kemanusiaan Universitas Negeri Padang ini berkonsep membangkitkan kembali semangat kemanusiaan dan rehabilitasi korban bencana.

Di hari pertama misi kemanusiaan yang ditempuh oleh 45 orang relawan yang terdiri dari 33 orang anggota Korps Suka Rela (KSR-PMI) Unit UNP dan 12 orang anggota Mahasiswa Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup (MPALH) UNP, mereka menerobos semak.

“Tim relawan juga membuat jalan setapak untuk warga dan jalur anak sekolah yang jalannya ambruk. Kami bagi 6 orang untuk assesment (pendampingan), 10 orang evakuasi barang-barang warga, bersi-bersih masjid dan 7 orang di dapur umum. Sisa tim kami tugaskan membuat jalan alternatif,” ujar Firdaus yang mengomandoi tim kemanusiaan UNP ini.

Firdaus bersama Kadjay dan beberapa senior lainnya, adalah alumnus UNP yang sewaktu mahasiswa dan hingga kini masih aktif terlibat di misi-misi kemanusiaan. KSR-PMI Unit UNP adalah wadah mereka bekerja sosial selain dulu berkuliah. Hingga hari ini tim kemanusiaan dari KSR-PMI UNP ini masih bertahan bekerja merelokasi dan membantu warga.

Bantuan berdatangan. Hanya saja, masyarakat kekurangan tenaga sukarelawan yang akan mengkoordinasikan dan mengolah bantuan itu. Polwan pun diturunkan Polres Limapuluh Kota di tenda utama bencana membantu warga. Polisi pun terlihat aktif di lokasi.

Tim kemanusiaan ini membawa informasi bahwa masih dibutuhkan dukungan logistik untuk relawan yang kini bertugas siaga bencana, dapur umum, pendataan dan distribusi bantuan serta bakti sosial.

“Bantuan sangat diharapkan tim kemanusiaan dan masyarakat di Sungai Naniang ini. Mohon bantuan agar jangan sesaat saja. Silakan berkoordinasi dengan tenda utama, soal bantuan-bantuan yang saat ini lebih dibutuhkan,” ujar Firdaus yang akrab dipanggil Bang Daus ini.(dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*