Ribuan Liter BBM Hasil Tambang Rakyat Diamankan

tersangka pengedar minyak illegalPadangpanjang, Padangtoday—Polres Padangpanjang lagi-lagi melalui operasi Multi Sasaran berhasil menggagalkan pengedaran bahan bakar minyak (BBM) ilegal. Kali ini sebanyak 1.700 liter minyak diamankan di bypass batas kota Kelurahan Sigando Padangpanjang Timur sekira pukul 01.00 WIB, Minggu (14/2) dini hari kemarin.

Advertisements

Di hadapan penyidik Nit IV Satreskrim Polres Padangpanjang, tersangka Hendri, 25 dan Hendra, 26 yang nota bene saudara sepupuan itu mengaku hendak menjual minyak hasil sulingan tambang rakyat di Murao Bungo tersebut ke Pariaman, tepatnya Sungai Geringging. Minyak yang didapat dari pengencer besar di Muaro Bungo, sedianya hendak dilempar ke calon pembeli atas rekomendasi saudara lainnya di Pariaman.

“Minyak kami beli melalui pengecer besar di Muaro Bungo untuk dijual kepada calon pembeli yang dicarikan salah seorang saudara di Pariaman. Sebelumnya kami biasanya mengecer ke warung-warung di Muaro Bungo, tapi karena persaingan ketat maka mencari peluang pasar ke Sumbar,” tutur Hendri yang merupakan warga Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung itu.

Pada kesempatan itu, Hendra sesaat setelah memberikan keterangan terhadap penyidik menyebut dirinya berangkat dari Muaro Bungo usai Maghrib setelah mendapat informasi adanya calon pembeli yang mau menampung dengan harga Rp6.500 perliter atau Rp1,25 juta perdrum. Diakuinya, hasil penjualan di Sumbar hanya sedikit lebih tinggi ketimbang mengecer di Muaro Bungo dengan harga Rp6 ribu perliter atau Rp1,4 juta perdrum.

“Untuk mengangkut 1.700 liter minyak tersebut menggunakan 7 drum dan 10 galon berkapasitas 20-30 liter. Biasanya kami ecer kepada pedagang di warung-warung untuk keperluan memasak. Kali ini kami mencoba cari peluang pasar ke Sumbar karena persaingan pasar di Muaro Bungo cukup ketat,” ungkap Hendra.

Kasat Reskrim Polres Padangpanjang, AKP Ismet mengatakan penangkapan terhadap upaya penyaluran BBM menggunakan satu unit mobil pickup Colt 120 SS BA 8548 DN tersebut saat dilakukannya operasi Tim IV Multi Sasaran di bawah komando Kasat Intelkam Iptu Asrol. Saat ini dikatakannya, kedua pelaku tengah dimintai keterangan dan barang bukti telah diamankan di Mapolres untuk kepentingan penyidikan.

“Mereka ditangkap tim gabungan operasi Multi Sasaran berawal karena tidak bisa menunjukkan surat kendaraan dan izin mengemudi. Pengakuan mereka, STNK kendaraan tergadai di salah satu rumah makan di Sungai Rumbai setelah mengalami pecah ban serta pelg mobilnya. Kemudian pemeriksaan berlanjut terhadap muatan, dan ditemukan ribuan liter BBM dalam sejumlah drum dan galon,” ungkap Ismet didampingi PAUR Humas Iptu Syafrul dan Kanit IV Satreskrim Aiptu Adzan Pujianto.

Berdasarkan temuan tersebut, Ismet menyebut akan meneruskan sample untuk dilakukan uji labor di Teluk Kabung Padang sebagai syarat pemeriksaan pada BPH Migas di Jakarta. Hal ini dikatakannya guna menentukan arah pidana atas pelanggaran pengedaran BBM tanpa surat-surat yang sah dari pihak berkompeten.

Berkaitan dengan penangkapan tersebut, Ismet mengatakan telah terjadi pelanggaran undang-undang (UU) migas dengan pasal sangkaan 23 huruf b UU nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi. Atas pelanggaran tersebut, pelaku terancam hukuman maksimal 4 tahun kurungan penjara.

“BBM jenis ini perlu kita lanjutkan pemeriksaan hingga ke BPH Migas, karena tidak terukur kelayakannya. Karena itu kami mengimbau juga kepada masyarakat untuk tidak menggunakan BBM jenis ini, sebab dapat menimbulkan percikan api yang berisiko terjadinya bahaya kebakaran,” sebut Ismet.

Atas penangkapan tersebut, saat ini telah diamankan barang bukti (BB) berupa mobil pikcup jenis Colt T 120 SS BA 8548 DN, 1.700 liter BBM, mesin penyedot minyak, selang 15 meter, 7 drum ukuran 215, 6 jerigen 30 liter dan 4 jerigen 20 liter. “Termasuk ke dua tersangka, saat ini kita amankan di sel Mapolres untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut,” pungkas Ismet. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*