Rini ABS Hadang Mobil Bupati, “…bangkalai indak juo sudah….!”

Bupati Alis Marajo di atas mobil dinas BA 1 C diunjukkan spanduk oleh keluarga ahliwaris ABS.

Bupati Alis Marajo di atas mobil dinas BA 1 C diunjukkan spanduk oleh keluarga ahliwaris ABS.

Advertisements

LIMAPULUH KOTA, PADANGTODAY.com–Kelurga ahliwaris Abu Bakar Sidiq (ABS) di Jalan Ketinggian depan Kantor Inspektorat Kabupaten Limapuluh Kota, di Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, menghadang mobil dinas BA 1 C yang ditumpangi Bupati Alis Marajo, Sabtu (2/5) sekitar Pukul 9.30 WIB selepas menjadi inspektur upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Lapangan Singa Harau.

Para ahliwaris berdiri di pinggir jalan sambil menenteng spanduk bertuliskan “Bupati/Wakil Bupati nan apak ka pai tapi bangkalai indak juo kunjung sudah,” beberapa orang ahliwaris kelurga ABS yang dipimpin lansung anaknya Rini ABS mendapat perhatian serius dari pejabat-pejabat yang lewat.

Bahkan Bupati Alis Marajo sendiri sempat memberhentikan mobilnya. Dan berbicara dengan Rini ABS dari dalam mobil, ia berkeinginan untuk mendorong pihak terkait mempercepat penyelesaian sengkerut tanah keluarga ABS.

“Tadi pak bupati dari dalam mobil kepada saya menyampaikan akan mendesak pihak terkait dalam penyelesaian persoalan tanah ini. Dan saya juga meminta bapak Bupati mendesak BPN menyelesaikan kasus tanah ini,” jelas Rini ABS menyatakan hasil pembicaraannya dengan Bupati.

Memang tidak lama kemudian, Bupati Alis Marajo berhenti dan berbicara dengan Rini ABS.

“Palingan agak  3 menit sambil lalu pulang dari acara itu saja, bahkan bupati juga tidak turun dari mobilnya,” jelas Rini ABS.

Meski begitu Rini ABS, terlihat sedikit senang. Bupati Alis Marajo memberikan respon terhadap apa yang menjadi perjuangannya untuk menegakkan hak-haknya sebagai ahliwaris keluarga ABS. Walau begitu dirinya belum akan berhenti menggelar berbagai aksi, bila tuntutannya tidak kunjung direalisasikan oleh pihak terkait terutama BPN.

“Kita akan tagih terus tuntutan kita, karena menurut saya keinginan kami sangat sederhana, tolong pecah sertifikat induk ini, itu saja. Tapi berkali-kali kami datang ke BPN tetapi tidak kunjung direspon, ada apa ini kenapa Pemerintah diam saja ketika hak-hak warganya diabaikan,” jelasnya tegas.

Aksi Rini ABS disamping mendapatkan respon dari Bupati, tampak sejumlah pejabat dari dalam mobilnya sambil berlalu mengacungkan jempol terhadap aksi-aksi yang dilakukan Rini ABS.

Aksi yang dilakukan Rini ABS ada Sabtu (2/5) kemarin bukan  yang pertama kali, tetapi merupakan aksi yang ketiga kalinya setelah memblokir dan menutup akses jalan menuju Lapas anak dan Wanita Kelas II B Tanjuang Pati, dan menggelar aksi bakar ban pada puncak acara Lapas se Indonesia ke 51.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*