Rumah Pohon dan Air Tejun Sarasah Belum Pandai Bersolek

Advertisements

Padang-today.com___Aktivitas traveling yang membuat kita dekat dengan alam akan membuat badan dan pikiran lebih segar. Rasanya, setelah melihat pemandangan alam yang berwarna-warni, pandangan mata juga terasa lebih jernih.

Oleh karenanya, tak heran banyak wisatawan yang memilih untuk mengunjungi beberapa tempat-tempat keajaiban alam di mana kondisinya masih alami, ibarat seorang gadis perawan yang belum pandai bersolek.

Kali ini, www.padang-today.com menceritakan Rumah Pohon dan Air Terjun Sarasah Kuau, merupakan dua destinasi wisata dalam paket ekowisata di Hutan Nagari Sungai Buluh, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Dua destinasi tersebut ibarat Gadis Perawan yang masih berselimut dengan ke asriannya yang sehari-harinya terlupakan bagi masyarakat yang tinggal di Sumatera Barat. Keberadaan Destinasi ini mulai dikenal sekitar tahun 2016, paket ekowisata ini sudah rilis dan didatangi banyak pengunjung.

Pemandangan alam Rumah Pohon tak kalah dengan destinasi lainya yang ada di Puncak Pas Bogor atau daerah lainya. Destinasi satu ini, mungkin terdengar sangat asing bagi wisatawan meskipun berasal dari Padang Pariaman dimana destinasi wisata ini berada.

Untuk menuju ke Objek Wisata Rumah Pohon yang terletak di Kuliek, Nagari Sungai Buluh Timur, Kecamatan Batang Anai. Berjarak hanya 5 Km atau kurang lebih sepuluh menit dari Bandara dengan menggunakan kendaraan bermotor, kita sudah sampai di Simpang Sarasah, yang berada di sebelah kanan jalan raya Padang-Bukittinggi, di depan Rumah Makan Lubuk Idai di Batang Anai.

Travelin tidak perlu khawatir kalau tidak mengetahui jalan ke sana, karena di simpang Sarasah tersebut, sudah ada ojek Pariwisata yang akan menunjukkan jalan menuju posko ke tiga objek wisata, dengan biaya hanya RP. 5000,- . Sang Tukang Ojek pun bisa menunggu kita sampai turun, tentu setelah sebelumnya saling bersepakat dalam hal harga.

Saat sampai di simpang Sarasah, kita bisa melihat Baliho Pariwisata, yang menunjukkan ke arah yang sama. Ada 3 objek yang bisa dikunjungi setelah sampai di posko di Kuliek, yaitu Rumah Pohon (sekitar 30 menit dengan berjalan kaki), Lubuk Kandhi (terletak di samping posko), serta Air Terjun Sarasah (1,5 jam perjalanan).

Setelah meletakkan kendaraan atau turun dari Ojek di Posko di Kuliek, kita bisa langsung menikmati Hutan Nagari Sungai Buluh yang sangat indah, dan saat ini dikelola oleh Lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN).

Bagi yang ingin berwisata kesana, jangan melupakan pakaian nyaman dan tertutup, serta oleskan lotion anti nyamuk dan serangga, supaya tidak ‘merasai’ digigit nyamuk yang luar biasa banyak ataupun digigit oleh sang penghisap darah, Lintah. Selain itu, makanan ringan dan air minum merupakan kebutuhan penting karena di puncak Rumah Pohon tidak ada satupun pedagang makanan dan minuman. Bagi yang membawa anak kecil, tentu menyenangkan karena bisa sambil memberi pelajaran mengenai flora dan fauna kepada anak, tentu dengan tidak melupakan peralatan keamanan bagi sang anak itu sendiri.

Nah, setelah berjalan sekitar 30 menit, mulailah kita sampai di tempat yang agak terbuka dan luas di ujung jalan, dimana dari sana, kita bisa melihat hamparan pemandangan yang sangat indah, Irigasi Batang Anai, Bandara Minangkabau (BIM) serta kota Padang, dan itulah dia, Rumah Pohon Nagari Sungai Buluh !

Agus, laki-laki separo baya ini tampak bersemangat melangkahkan kaki mendaki menuju rumah pohon. Dia yang mengantarkan kami menuju tempat wisata itu. Menjelang matahari terbenam, kami tiba di rumah pohon. Perjalanan memakan waktu hingga 30 menit. Bermandikan keringat, terbayar dengan suguhan pemandangan luar biasa.

Disepanjang perjalanan jejeran rumah di kelilingi hamparan sawah berselimut hutan hijau, perpaduan apik dan menenangkan. Bosan menghabiskan waktu di rumah pohon, bisa melanjutkan ke Air Terjun Sarasah Kuau dan menikmati kesejukan air bersumber dari Hutan Nagari Sungai Buluh ini. Meski berjarak kurang dari dua kilometer, tetapi medan menanjak dan curam membuat deru napas berkejar-kejaran.

Beberapa kendala di wisata tersebut, seperti belum tersedia sarana kamar mandi, cuci dan kakus membuat pengunjung enggan untuk bermanja-manja dengan alam itu. Potensi ekowisata amat banyak di Padang Pariaman memerlukan sentuhan dan perhatian pemerintah.  Untuk itu, pemerintah harus benar-benar serius memajukan potensi-potensi ekowisata ini, karena banyak sekali belum terjamah dan terkelola dengan baik. (traveling/Herry Suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*