Sahur Bukan Ajang Hura-Hura

Ilustrasi

Ilustrasi

Advertisements

PADANGTODAY.COM – Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia Amirsyah Tambunan menegaskan, MUI belum memikirkan rencana khusus untuk membuat fatwa larangan bagi pemuda dan anak yang mengadakan sahur di jalan atau akrab disebut Sahur on The Road (SOTR).

Menurut dia, sahur dalam ajaran Islam adalah suatu hal yang dilakukan dengan cara yang benar dan tak perlu membuat aturan.

“Cara sahur sudah ada tuntunan yang tak perlu ada aturan tapi sudah dengan sendirinya dilakukan,” ujar Amirsyah di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (7/7).

“Sahur bukan ajang hura-hura. Sahur yang baik dapat membawa berkah bila dilakukan dengan cara yang benar,” imbuh dia.

Amirsyah bertandang ke Polda Metro Jaya secara khusus membahas fenomena sahur on the road dengan Kapolda Irjen Tito Karnavian. Dalam pembahasan tersebut, keduanya sepakat untuk mengimbau semua pemuda untuk melakukan sahur dengan benar dan tak perlu dilakukan di jalan sambil membuat keributan.

Terkait itu pula Kapolda meminta Kapolres dan Kapolsek untuk menindak pemuda yang kedapatan melakukan SOTR dengan keributan. “Sebenarnya tak ada fatwa khusus namun saya menginstruksikan Kapolres dan Kapolsek untuk menindak pemuda SOTR yang melanggar aturan lalu lintas,” tandas Tito dalam kesempatan yang sama.

(bal/uil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*