Samsat 50 Kota Selesai Lakukan Herregistrasi Ranmor

Kepala UPTD Pendapatan dan Pelayanan Provinsi Sumbar di Kabupaten Limapuluh Kota, Zulfahmi

Kepala UPTD Pendapatan dan Pelayanan Provinsi Sumbar di Kabupaten Limapuluh Kota, Zulfahmi

Advertisements

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Selama 2 minggu, medio Oktober 2015, Samsat (Satuan Manunggal Satu Atap) kabupaten Limapuluh Kota melakukan herregistrasi (pendataan kembali) kendaraan bermotor (Ranmor) di 8 kecamatan, diwilayah hukum Polres Limapuluh Kota.

”Kegiatan berupa sosialisasi pendataan Ranmor yang tidak melakukan pendaftaran ulang setiap tahunnya, alhasil dari 8 kecamatan yang terdiri dari 48 nagari 234 jorong itu rampung kita laksanakan dengan sistem turun lapangan,”ujar kepala UPTD (Unit Pelaksana Tekhnis Daerah) Pelayanan Pendapatan Propinsi Sumatera Barat di Limapuluh Kota, Zulfahmi.S.Sos kepada di ruang kerjanya, Senin (26/10).

Sebanyak 8 kecamatan yang didatangi langsung oleh Samsat Limapuluh Kota itu diantaranya Kecamatan Pangkalan, Kapur IX, Harau, Gunung Omeh, Bukik Barisan, Guguak, Mungka dan terakhir kecamatan Suliki.

Dikatakan ketua Komunitas Troper Indonesia (KTI) Sumbar ini, herregistrasi yang kita lalukan ini mendata kembali Ranmor sejak tahun 2005-2015, dalam kurun waktu 10 tahun ini, terdapat masih banyak pemilik Ranmor yang belum membayar kewajibannya berupa pajak kendaraan. Padahal bagaimanapun juga pemilik kendaraan akan tetap dikenakan membayarnya.

”Dengan sistem online ini, pemilik kendaraan akan tahu sendiri berapa pajak kendaraan yang akan dibayarnya. Kami yakin dengan melakukan sosialisasi ketengah masyarakat bersama stakeholder, pemilik kendaraan akan lebih paham lagi terhadap kewajibannya,”ulas suami Mira ini.

Menurut ayah Dzakwan Aulia Fahmi (16), Dzania Farastika Fahmi (14) dan Dzaky Maulana Fahmi (11) ini, tujuan dilakukan pendataan kembali Ranmor ini agar pemilik kendaraan tidak terutang. Jika terdaftar sebagai piutang pajak dari objek pajak Ranmor maka segeralah daftarkan ke Samsat. Sebab pajak kendaraan yang tidak dibayar akan menumpuk setiap tahunnya, ditambah lagi dengan denda.

Kendaraan bermotor di Limapuluh Kota yang berjumlah 48.667 terdiri dari roda empat 7,170 dan roda dua 41.497 ini, tingkat partisipasi masyarakat cukup tinggi. Sehingga setiap tahunnya, target Samsat lebih 100 persen. Namun, yang kita sayangkan masih ada kendaraan yang sudah menjadi besi tua tidak dilaporkan pemiliknya. Akibatnya, nama pemilik bersama nopol polisinya tetap mucul di Samsat.

”Bagi masyarakat yang telah menjual Ranmornya seyogianya melakukan Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), sebab kendaraan yang sudah dijual masih atas nama yang lama tetap dikenakan pajak progresif untuk kendaraan berikutnya, “ujar putra Balai Salasa Painan ini.

Sementara, Wali Nagari Guguak Khairul Hafit dan Wali Nagari Koto Tinggi Yonggi Fadil pada saat pertemuan dengan Samsat Limapuluh Kota, sangat paham sekali apa yang disampaikan pihak Samsat Limapuluh Kota, harapan bersama ini akan diteruskan kepada masyarakat secara estafet.

“Kapan perlu setiap masyarakat yang membawa Ranmor ke kantor Wali Nagari dapat kita ingatkan agar membayar pajak Ranmornya setiap tahun. Kemudian, kami juga berharap kepada Samsat dapat kiranya diadakan lagi pemutihan seperti 6 tahun lalu. Dengan adanya pemutihan pajak Ranmor, tentunya masyarakat akan bersegera datang ke Samsat, “harap duo Wali Nagari itu.(rel/dod)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*