Sandal Sebagai Petunjuk Penemu Mayat

KORBAN-AKAN-DIKUBURKAN

Advertisements

Pariaman, PADANG-TODAY.com-Tiga hari setelah meninggalkan rumah, Apreizi Arifin (20) yaitu korban pembunuhan, di Korong Sangalang, Kenagarian Paingan, Kecamatan Sei Limau, Padangpariaman, Sumbar ini akhirnya menunjukan titik terang dengan ditemukan sandal korban di Tempat Kejadian Perkara “TKP” Kamis, 24/09/2015.

Wanita muda korban pembunuhan tersebut ditemukan oleh masyarakat setempat sekitar pukul 18.30 WIB dengan kondisi terkubur
disalah satu kebun sawit yang berjarak 10 meter dari gubuk petani milik warga Sangalang. Wanita muda satu anak ini warga Korong Lohong, Kenagarian Kuranji hilir, Kecamatan Sei LimaU, Padangpariaman, meninggalkan rumah semenjak hari selasa 22/09/2015 dan ditemukan pada hari Kamis 24/09/2015 sudah tidak bernyawa lagi.

Pantauan dilapangan penemuaan mayat ini diduga dibunuh oleh mantan suaminya. Sebut saja, Herri Ceper (37) salah satu warga setempat yang ikut menemukan mayat terseebut mengatakan, Apreizi yang akrab dipanggil Ezi ini meninggal rumah Selasa malam sekitar pukul 19.00 WIB dengan mantan suaminya. Hingga saat ini masih buronan, jelas Herri Ceper.

Menurutnya, Dengan menghilangnya Apreizi selama dua hari, pihak keluarga korban tersebut membuat laporan ke Polsek Sei Limau.
Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga korban, masyarakat dan pihak kepolisian saling bekerjasama untuk mencari sikorban,
dan akhirnya koban ditemukan dengan kondisi telah terkubur di TKP, terangnya.

“Penemuan mayat ini pertama kali ditemukan oleh masyarakat setempat, berdasarkan keterangan saksi dan bukti yang kita
dapati,” ungkap Herri alias herri Ceper.

Pencarian mayat ini dilakukan oleh masyarakat setempat semenjak hari Rabu 23/09/2015, semuan ini berdasarkan dari keterangan
beberapa saksi yang ditemui dan barang bukti berupa Sandal milik korban yang ditemui warga setempat di TKP, ungkap Herri Ceper.

Pada hari Rabu, 23/09/2015, Ia meneruskan, setelah kita dapati keterangan dari beberapa saksi orang terdekat pelaku pembunuhan tersebut, pada Hari Kamis, 24/09/2015 warga langsung menuju ke TKP. sekitar pukul 16.00 WIB Di TKP tersebut warga menemukan Sandal milik Korban yang tidak jauh dari tempat terkuburnya mayat Apreizi. kemudian, dari hasil temuan warga tersebut, warga menghubungi pihak Polisi setempat. Tidak lama kemudian, sekitar pukul 19.30 WIB Polres Pariaman melalui Polsek Sei Limau langsung ke TKP, dari hasil olahan sementara kami dapati, 10 meter dari gubuk petani sawit tersebut warga dan pihak Polisi curiga dengan adanya tanah gembur bekas galian lobang, ungkapnya.

Melihat adanya tanda-tanda bekas galian, dan sandal milik korban tersebut, tambah Herri Ceper, pihak Polsi dan dibantu warga
setempat langsung menggali tanah gembur berbentuk bekas galian, dan ditemukan mayat wanita muda tersebut dengan posisi duduk
dan terkubur, dengan luka tusukan di perut, dada. dan di hulu hati, katanya.

Dengan ditemukan mayat wanita koban pembunuhan tersebut, membuat gempar warga Korong Lohong Sungai Limau. Pasalnya, pelaku
pembunuhan tersebut adalah suaminya sendiri. “korban semasa hidup cukup bergaul dengan masyarakat setempat, setelah adanya perselisihan keluarga dengan suaminya tersebut, korban tidak ada menunjukan permusuhan dengan masyarakat. Pada hari
Kamis malam tersebut warga digemparkan Dengan ditemukannya mayat korban pembunuhan tersebut,” ungkap ‘ZR’ salah satu warga Korong Lohong.

Sementara, Kapolres Pariaman, AKBP Riko Julianto, membenarkan adanya penemuan mayat oleh Polres Pariaman melalui Polsek
setempat beserta masyarakat di Korong Sangalang, Kenagarian Paingan Kamis 24/09/2015 malam dinihari. Riko menjelaskan, penemuan mayat ini berkat laporan masyarakat melapor ke Polsek Setempat. Dengan adanya laporan dari masyarakat inilah pihak Polres Pariaman melalui Polsek setempat melakukan olah TKP. dari hasil olah TKP sementara, mayat korban pembunuhan tersebut terkubur tidak jauh dari gubuk petani, dan mayat langsung dibawa kerumah Sakit Bhayangkara di Padang untuk di Otopsi, dari hasil otopsi tersebut kita dapat mendapatkan bukti adanya unsur pembunuhan, ungkap Riko.

“Diduga mayat wanita muda ini dibunuh oleh mantan suaminya,dan mayat ini ditemukan di TKP dengan posisi duduk terkubur di Korong
Sangalang Kenagarian Paingan, Kecamatan Sunggailimau, Padangpariaman Kamis 24/09/2015 dinihari,” unkapnya.

Dijelaskan, mayat wanita muda ini telah menghilang semenjak hari Selasa, 22/09/2015, dan ditemukan hari Kamis, 24/09/2015
sekitar pukul 19.30 WIB dengaan kondisi tidak bernyawa,terangnya. Ia menambahkan, pada Hari Jumat 25/09/2015/ pihak kami melakukan olah TKP ulang, karena pada hari Kamis malam tersebut kami dihadapi dengan cuaca kurang mendukung dan dilanjutkan pada hari Jumat Dengan hasil temuan satu alat pengali tanah’cangkul’ dan sebilah pisau untuk menghabisi nyawa korban, dan satu alat hisap narkoba ‘bong’ sebagai alat bukti. Dan Barang bukti tersebut diamankan guna penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut, jelasnya.

“Dugaan sementara mayat tersebut dibunuh dengan pelakunya lebih dari 3 orang, setelah tidak bernyawa, lalu mayat dikubur. Dan
hasil temuan sementara dari pihak kami menemukan ada tiga luka tusukan pada tubuh korban, dan pada leher korban terdapat luka
memar atau lebam” terang Riko Junaldi. Ia meneruskan,dugaan sementara korban pembunuhan ini telah direncanakan oleh pelaku, guna penyidikan dan penyelidikan untuk itu pihak kami melakukan olah TKP dan mencari saksi-saksi, dan bukti-bukti yang mendukung,” terangnya.

Selain itu, Pihak Kepolisian akan mencari saksi-saksi untuk diminta keterangan dan bukti-bukti pendukung lainya. Seterusnya,
kami telah membentuk tim guna melakukan pencariaan pelaku pembunuhan tersebut. Diduga sementara ini, tambahnya, pelaku telah
melarikan diri ke luar kota. Dengan kejadian ini, pelaku dapat dijerat dengan hukuman pidana pasal 338, menghilangkan nyawa
orang dengan ancaman hukuman lebih kurang 15 tahun penjara, bisa saja seumur hidup,terangnya.(eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*