Satpol PP Warning Pedagang Petasan

Pedagang-petasan
Padangpanjang, PADANGTODAY.com-Guna memastikan kenyamanan dan keamanan umat muslim dalam menjalankan ibadah Ramadhan khususnya sholat tarwih, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Padangpanjang me-warning belasan pedagang petasan melalui sehelai surat pernyataan bermaterai Rp6 ribu.

Advertisements

Kasat Pol PP Padangpanjang Joni Aldo mengatakan, bersama jajaran Polres telah berkoordinasi guna mengantisipasi peredaran petasan yang tidak berizin. Terhadap pedagang petasan di pasar derah berhawa sejuk itu, Joni menyebut telah melakukan pemanggilan dan mengumpulkannya baru-baru ini untuk menjelaskan larangan terkait petasan.

Terkait pertemuan dengan belasan pedagang yang dilakukan di Aula Satpol PP baru-baru ini, Joni mengatakan pihaknya menegaskan segera melakukan penertiban bersama tim gabungan terhadap petasan yang diluar daftar berizin. Hal itu dikatakannya, agar pedagang petasan tidak menyediakan atau memperjualbelikan demi kebaikan bersama.

“Kepada pedagang telah kami sampaikan bahwa petasan yang tidak masuk daftar izin akan disita langsung jika ditemukan. Karena itu, kepada mereka telah kami ingatkan agar tidak merugi karena menyediakan petasan yang dilarang beredar. Pedagang juga sepakat bersama mematuhi hal tersebut yang ditandatangani masing-masing di atas materai Rp6 ribu,” tutur Joni didampingi Kasi Ops David Nover Martin, Kamis (25/6) kemarin siang.

Terkait jenis petasan yang berizin dan dilarang, Joni mengatakan cukup banyak dan beragam yang beredar di pasar. Petasan yang dipastikan berizin, menurut keterangan jajaran Intelkan Polres Padangpanjang hanya disalurkan melalui empat agen besar di Bukittinggi. “Selain dari empat agen tersebut, pihak kepolisian memastikan tidak berizin,” sebut Joni.

Namun demikian, Kasi Ops David Nover Martin menengaskan pihaknya tidak akan membiarkan penggunaan petasan dengan letusan yang keras meski secara peredarannya berizin. Petasan yang terdaftar berizin dikatakannya cukup banyak mengeluarkan suara letusan yang keras dan sangat berisiko bagi ketentraman, keamanan dan ketertiban umum.

“Petasan yang berizin ternyata ada yang meledak cukup keras. Bahkan selain mengganggu pelaksanaan ibadah tarwih, ada yang dapat membahayakan pengguna atau orang lainnya. Hal ini akan kita tertibkan di lapangan jika kedapatan, khususnya di kawasan penyelenggaraan ibadah Tarwih. Sekitar puluhan petasan dengan letusan cukup keras, saat ini sudah ada yang disita dari tangan pengguna,” ujar David menambahkan. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*