SDN 03 Mungo ke Tingkat Nasional, Wakili Sumbar di Lomba Sekolah Sehat

Majelis Guru SDN 03 Mungo

Majelis Guru SDN 03 Mungo

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-SDN 03 Mungo Kecamatan Luak mewakili Provinsi Sumatera Barat dalam Lomba Sekolah Sehat (LSS). Bupati Lima Puluh Kota Ir. Irfendi Arbi, MP meminta sekolah menyempurnakan persiapan lomba agar prestasi tingkat nasional bisa direbut.

“Kita berharap pihak sekolah dan jajaran Dinas Pendidikan serta Dinas Kesehatan mengeroyok pembenahan di sekolah ini. Kita ingin dapat menyabet predikat juara satu nasional,” ujar Irfendi ketika meninjau sekolah itu, kemarin.

Sesuai aspek penilaian, Irfendi meminta sekolah terus membenahi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan masalah kebersihan seperti kelas, toilet, air bersih, tempat sampah serta lainnya. Tak kalah pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat terhadap para murid.

“Tak hanya untuk mengejar prestise, LSS ini juga kita harapkan dapat memotivasi dan membangun karakter hingga siswa menjadi orang yang peduli dengan lingkungan dan berperilaku hidup bersih dan sehat,” papar Irfendi.

Selain itu, keberhasilan tersebut hendaknya juga mampu memotivasi dan meningkatkan mutu pendidikan hingga dari sekilah ini lahir generasi yang cerdas, sehat jasmani dan rohani.

Sementara itu Kepsek SDN 03 Hj. Amperawati, S.Pd kepada Singgalang mengatakan, bentuk kegiatan UKS di sekolah ini antara lain berupa pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pemeliharaan lingkungan sekolah sehat. Sedangkan kegiatan penunjangnya diantaranya berupa dokter kecil, pramuka, kegiatan keagamaan, kegiatan eksenian, kawasan tanpa rokok dan lainnya.

“Peranan UKS di sekolah ini sangat pentingnya artinya karena cukup membantu siswa dalam mendapatkan informasi dan pelayanan tentang kesehatan,” papar Amperawati.

Menyoal kelebihan sekolah, ia menyebut antara lain telah mengembangkan spesifikasi daerah berupa budidaya ikan. Hasil panen kolam itu digunakan untuk meningkatkan gizi anak-anak. Selain itu produksi ikannya juga diolah langsung menjadi produk berupa abon ikan dan keripik ikan lele.

Sedangkan pada lahan keringnya pihak sekolah mel,akukan budidaya pertanian dengan komoditi jagung, ubi kayu dan kacang tanah. Hebatnya lagi, SD ini juga menjadi sekolah Adiwiyata  dan melaksanakan daur ulang sampah dan barang bekas seperti dari bahan plastic untuk membuat celemek, sepatu dan tas.

“Areal perkarangan kami yang memiliki luas sekitar 5.565 meter bujur sangkar juga memiliki sejumlah kolam ikan dan kebun berbagai komoditi tanaman pangan,” kata Amperawati.(rel/dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*