Sebuah Momentum pada 11 Januari

Advertisements

Padang-today.com__Sederetan peristiwa penting mengukir suatu daerah menjadi sejarah penting dan bernilai.

Pada 11 Januari berbagai daerah pelaku sejarah banyak dikenang oleh masyarakat.

Ada dua momentum yang sangat penting pada 11 Januari . Pertama bagi Kabuapten Padang Pariamaman 11 Januari adalah bertambahnya usia daerah itu menjadi 187 tahun.

Dengan bertambahnya usia Padang Pariaman di usia 187 tahun itu menjadikan daerah terebut semakin matang dalam menata masa depannya.

Tepatnya pada 11 Januari nanti, daerah Padang Pariaman akan menggelar hari ulang tahunnya itu.

Momentum Ulang Tahun adalah momentum yang sangat sakral bagi yang merayakannya dan menjadi bernilai sejarah.

Momentum ulang tahun atau hari jadi suatu daerah merupakan peristiwa bersejerah yang tersimpan dalam memori kolektif.

Momentum ulang tahun juga menjadi bahan refleksi untuk bekal melangkah ke masa depan.

Filsuf Besar Bangasa Jerman, Fredic Hegel mengatakan, pengakuan paling konyol yang sering diterima sejarah adalah manusia yang tak pernah mau belajar darinya. Hegel benar, Manusia yang lupa pada sejarahnya akan suluh kehidupan.

Demikian pentingnya sebuah sejarah. Karenanya besar harapan dalam momentum HUT ke-187 Kabupaten Padang Pariaman dijadikan momentum untuk sejenak berkontemplasi, memikirkan tentang hal apa saja yang terjadi di daerah itu.

Kedua yaitu wafatnya  Cornelis Speelman Gubernur  VOC pada saat menerapkan taktik adu domba di Nusantara ini.

Cornelis Speelman merupakan salah satu Gubernur Jenderal VOC paling licik sepanjang sejarah Indonesia.

Cornelis Speelman adalah orang Belanda yang menjabat sebagai Gubernur Jenderal VOC sejak tahun 1680 hingga wafatnya pada 11 Januari 1684.

Speelman tercatat dalam sejarah sebagai orang yang piawai menerapkan taktik devide et impera alias strategi pecah-belah untuk menguasai Nusantara.

Speelman pernah mengadu-domba keluarga Mataram di Jawa dengan mempengaruhi Amangkurat II.

Ia mendukung Arung Palakka saat berpolemik dengan Sultan Hasanuddin dari Kerajaan Gowa, dan akhirnya menang lewat Perjanjian Bongaya. Kesultanan Banten pun sempat menjadi korban kelicikannya.

Sosok Speelman meninggalkan seabrek citra buruk lainnya, bahkan setelah ia mati.

Ia memenjarakan ribuan orang tanpa bukti kuat, terlibat dalam penjualan budak, sering berbuat curang dalam transaksi perdagangan, juga seorang pemimpin yang korup. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*