Sekda Tolak Permohonan Pinjam Pakai Darman Sahladi

Darman Sahladi

Darman Sahladi

Limapuluh Kota, PADANGTODAY.COM –Sekretariat Daerah Kabupaten Limapuluh Kota, akhirnya menolak permohonan dari mantan Ketua DPRD Limapuluh Kota Darman Sahladi dalam pinjam pakai inventaris daerah. Permohonan yang dilayangkan Darman Sahladi berupa pinjam pakai kendaraan operasional Sekretariat Dewan jenis Nissan Terrano yang dahulu merupakan kendaraan dinas ketua DPRD Limapuluh Kota dari tahun 2005 hingga 2013.

Penolakan tersebut,  berdasarkan hasil keputusan dalam rapat internal antara Asisten III Bidang Administrasi Umum, Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah serta Bagian Hukum Sekretariat Daerah Limapuluh Kota.

”Setelah kita bahas bersama tentang surat permohonan dalam pinjam pakai aset daerah yang rencanya dimanfaatkan mantan ketua DPRD, akhirnya sudah kita putuskan. Ada aturan yang mengikat untuk tidak bolehnya pinjam pakai aset daerah atas nama perorangan,” ujar Iryanis Asisten III Sekdakab Limapuluh Kota, kepada wartawan Selasa (23/9).

Dijelaskannya Iryanis, sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 2014,  pinjam pakai inventaris yang bersumber dari keuangan daerah, hanya boleh dipinjamkan  kepada instasi vertikal pada pemerintahan daerah. Bukan kepada perorangan ataupun pribadi seperti dalam surat permohonan yang dilayangkan mantan ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota ke Sekretariat Daerah.

”Sudah ada aturan yang mengikat tentang adanya larangan pinjam pakai aset milik daerah ini.  Hasil keputusan ini diteruskan ke Sekda serta ke Bupati Alis Marajo. Setelah ada keputusan resmi dari bupati, baru surat permohonan dari yang bersangkutan kita balas pula secara resmi,”ujarnya.

Begitu juga, Sekretaris Daerah Kabupaten Limapuluh Kota mengakui, permohonan pinjam pakai inventaris daerah yang dilayangkan oleh Darman Sahladi sekaligus mantan Ketua DPPRD Kabupaten Limapuluh Kota, tidak bisa dikabulkan.

”Sesuai dengan PP 27 tahun 2014, pinjam pakai aset daerah hanya boleh kepada intansi vertikal pada pemerintahan daerah. Kita berbicara sesuai aturan saja. Nanti, hasil keputusan akan diteruskan ke Bupati,” kata Yendri Tomas Sekda Limapuluh Kota.

Begitupun, Yendri Tomas membantah telah melalaikan surat permohonan pinjam pakai inventaris yang dilayangkan oleh mantan ketua DPRD Limapuluh Kota ke ke Sekretariat Daerah. Sehingga pembahasan surat yang dilayangkan pada 7 Juli lalu itu, terkesan dilalaikan.

”Surat permohonan itu, sudah lama kita terima. Kita tidak pernah melalaikan surat tersebut. Perlu ada kajian mendalam hingga membutuhkan waktu lama untuk membahasnya sebelum keputusan diambil,” kata Yendri Tomas lagi.

Sebelumnya, Darman Sahladi akan mengikuti apapun keputusan atas surat permohonan yang dilayangkan ke Sekretariat Daerah Kabupaten Limapuluh Kota.

”Kalau permohonan tidak disetujui, inventaris kita kembalikan. Tetapi apabila mendapatkan izin, akan kita manfaatkan sesuai dengan batas waktunya,”ungkap Darman Sahladi. (malin​)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*