Semangat Tinggi Dalam Keterbatasan

Kepala LH Payakumbuh Prima Yanuarita merangkul bangka piala Adipura 2016..

Kepala LH Payakumbuh Prima Yanuarita merangkul bangka piala Adipura 2016..

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Piala Adipura yang sudah menjadi langganan Payakumbuh, bukan mudah merebutnya. Meski serba keterbatasan, terutama dengan minimnya armada pengangkut sampah, tapi tidak mengurangi semangat juang seluruh staf di jajaran KLH dan DTRK serta seluruh anggota pasukan kuning (petugas kebersihan, red) dalam melaksanakan tugasnya.

“Jangan tanya soal fasilitas. Tapi, lihatlah semangat juang kami yang tak pernah menyerah dengan keterbatasan,” kata Kepala DTRK Elfi Jaya dan Kepala LH Prima Yanuarita.

Menurut kedua pejabat berkompeten ini, peran-serta masyarakat dalam mengolah sampah di Payakumbuh cukup tinggi. Karena, sampah-sampah di tengah masyarakat telah diminimalisir jumlahnya, melalui program 3R (reduce (mengurangi), reuse (memanfaatkan kembali), recycle (mendaur ulang)). Di sejumlah kelurahan dan banyak sekolah sudah memiliki bank sampah, dengan program 3R tersebut.

Tidak sebatas di kelurahan, seluruh sekolah, mulai dari TK, SD, SMP, SMA dan SMK, serta seluruh sekolah di bawah jajaran Kantor Kementerian Agama, juga sudah memudayakan program Adiwiyata, menciptakan lingkungan bersih dan sehat. Di Payakumbuh, SMAN 2 sudah merebut Piala Adiwiyata Mandiri, kemudian Adiwiyata Nasional buat beberapa SD di kota ini. Lewat bank sampahnya, sekolah di Payakumbuh semakin hijau atau rindang, serta bersih dan sehat.

Produksi sampah di pasar rakyat di Pasar Ibuah pun, juga kian berkurang. Sebabnya, pasar sehat ini telah memiliki pabrik pupuk organik yang bahannya terbuat dari sampah basah dan ampas unggas yang dipotong. Kompos olahan di pasar Ibuah ini, sudah mencapai 3,5 ton per bulan. Dengan total penerimaan buat PAD lebih kurang 7,5 juta rupiah/tahun.

Menyangkut armada atau truk sampah yang dimiliki DTRK saat ini, dikatakan Elfi Jaya, cukup minim sekali dibanding dengan total produksi sampah di Payakumbuh.

“Kami sekarang ini baru punya 18 truk, dan mayoritas berusia di atas 10 tahun. Idealnya, minimal DTRK punya 25 truk. Kemudian, ditunjang dengan 22 becak motor yang mengambil sampah sampai ke daerah pemukiman yang memiliki gang-gang kecil, kata Elfi Jaya dengan semangat.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*