Seorang Siswa SMP Lombok Lakukan Pelecehan Seksual Kepada 15 Anak

anakaanakaLombok, PADANGTODAY.com – Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap 15 anak yang rata-rata berusia 12 tahun terjadi di komplek perumahan Elit Rinjani Asri, Desa Jatisela, Lombok Barat. Kasus tersebut terjadi pada Juni 2014 dengan pelaku berinisial AN (14).

Advertisements

Para orangtua korban melaporkan dugaan perbuatan tercela siswa SMP di Lombok Barat, itu ke Polsek Gunungsari. Namun, kemudian diarahkan langsung ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kota Mataram.

Polsek Gunungsari semula masuk dalam wilayah hukum Polres Lombok Barat. Namun sejak 6 September 2012 masuk dalam wilayah hukum Polres Kota Mataram, bersamaan dengan Polsek Narmada dan Polsek Lingsar.

Hal itu dilakukan dengan alasan mempermudah pelayanan kepada masyarakat karena dari aspek koordinasi, organisasi dan geografis, warga di tiga polsek itu lebih dekat dengan Kota Mataram.

Dia menjelaskan, pemberian pendampingan terhadap anak berhadapan dengan hukum sudah diatur dalam Pasal 51 ayat (1) Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak.

Dalam regulasi itu disebutkan bahwa ‘Setiap anak sejak saat ditangkap atau ditahan berhak mendapatkan bantuan hukum dari seorang atau lebih penasihat hukum selama dalam waktu dan setiap tingkat pemeriksaan menurut tata cara yang ditentukan dalam undang-undang ini’.

Ketentuan pasal tersebut mengisyaratkan hak anak untuk untuk mendapat bantuan hukum dalam menjalani setiap tingkatan proses beracara di peradilan.

“Jadi kami memberikan pendampingan baik kepada korban maupun pelaku yang masih anak-anak agar hak-hak mereka terjamin,” ujar Baiq Eva.

(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*