Seorang Taruna Mengaku Dianiaya Seniornya

Ilustrasi

Ilustrasi

Advertisements

PADANGTODAY.COM – Lagi, kasus kekerasan antar taruna di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) terjadi. Seorang taruna berinisial DRT mengaku dianiaya seniornya.

Peristiwa diketahui setelah ibu korban melaporkan kejadian yang menimpa anaknya ke Polsek Cilincing. Penganiayaan itu dilakukan pada 6 April dan dilaporkan ke polisi pada 8 April lalu.

“Korban menginfokan pada ibunya dan ibu melaporkan putranya yang sekolah di STIP mengalami penganiayaan oleh senior berakibat korban dirawat di rumah sakit pelabuhan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Martinus Sitompul, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (10/4).

Pelaku penganiayaan diduga tujuh orang. Dari tujuh orang tersebut, dua sudah diperiksa dan hari ini tiga teman korban yang menyaksikan kejadian juga dimintai keterangan.

“Tujuh orang mahasiswa senior melakukan tindakan pemukulan, penganiayaan dengan menggunakan sapu, pel, palu, tangan kosong dan memaksa minum air cabai,” tambahnya.

Selain memanggil pelaku dan saksi mata, polisi juga memeriksa CCTV yang ada di sudut sekolah tersebut. Pihak sekolah pun bukan tidak mungkin akan turut diperiksa.

“Sekolah kooperatif, kami akan minta CCTV peristiwa di mana, pukul berapa, pelakunya siapa, benda bendanya apa, supaya sesuai keterangan yang diberikan dengan kejadian. Sekolah sudah melakukan koordinasi,” jelas Martinus.

“Keterangan itu untuk jadi satu alat bukti bagi proses penyidikan kami dan nanti kami lanjutkan dengan pemeriksaan terhadap sekolah dan pelaku yang patut diduga sudah melakukan,” pungkasnya.

(lia/uil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*