Seremonial Berbalut Kehangatan, Perpisahan Rumah Cita-cita

Foto bersama Etoser bersama Kusis pada penutupan Rumah CC yang dilaksanakan pada Minggu (31/5) lalu.

Foto bersama Etoser bersama Kusis pada penutupan Rumah CC yang dilaksanakan pada Minggu (31/5) lalu.

Advertisements

Padang, PADANGTODAY.com-Ratusan hari berlalu semenjak diresmikannya Rumah Cita-cita (Rumah CC) pada Rabu (4/3) lalu. Kehangatan, keakraban, kebahagian, merupakan suatu ungapan yang tak mampu menggambarkan bagaimana program ini sungguh menjadi rangkaian waktu yang amat berharga di setiap kegiatan yang mereka lalui.

Minggu (31/5), tepatnya pukul 16.00, suasana keakraban itu membuncah dengan suasana haru pada penutupan semester pertama program Rumah CC.

Tanpa disadari, program pengabdian masyarakat garapan Mahasiswa Etos, penerima manfaat beasiswa perguruan tinggi kerjasama Dompet Dhuafa ini, telah berjalan selama satu semester.

Selama satu semester juga mereka mengabdikan diri bagi adik-adik setara sekolah dasar yang mendaftarkan diri untuk mendapat bimbel gratis di Rumah CC yang beralamat di Kampung Dalam Pauh Padang ini.

Jumlah kursis (sebutan bagi adik-adik peserta bimbel-red) terus bertambah. Semangat Etoser (sebutan untuk penerima manfaat beastudi Etos-red) juga turut meningkat. Rumah CC menjadi sarana belajar, bermain, dan pengembangan diri yang sangat optimal bagi murid-murid yang belajar di sana.

Lebih dari itu, melalui Rumah CC, keharmonisan Etoser dengan masyarakat di lingkungannya juga semakin baik. Hal ini membantah paradigma banyak orang yang menilai mahasiswa identik dengan sifat sombong dan terkesan menjauh dari hubungan bermasyarakat.

Meskipun baru berjalan satu semester, tetapi Rumah Cita-cita telah berhasil menjalin keakraban dan kedekatan.

“Siapa yang menanam kebaikan, maka ia akan memetik buahnya”. Ketulusan Etoser muda ini dalam berbagi ilmu memang tak mengharap imbalan apa-apa. Namun penghargaan yang mereka peroleh dari para kursis bagi mereka adalah suatu apresiasi yang luar biasa

“Kerap saling traktiran dan berbagi hadiah antara Etoser dan kursis. Pernah sekali, seorang kursis mengantarkan kue khas Minangkabau pada pagi buta untuk salah seorang Etoser. Pernah juga pada suatu malam seorang kursis sengaja mengantarkan banyak makanan untuk abang-abangnya,” tutur Rizkan, salah satu Etoser.

Hal ini mengalir tulus, tanpa kendala. Mungkin inilah realisasi dari untaian kata-kata tersebut.

Penutupan Rumah CC dimulai dengan pembacaan Surat Al-Fatihah oleh para kursis dan Etoser secara bersama. Kemudian dilanjutkan dengan acara makan bersama. Tampak berbagai jenis makanan yang dibawa para kursis Rumah Cita-cita pada helatan sore itu. Ada pula yang sengaja membawakan makanan untuk diberikan untuk para Etoser.

“Bang Rizkan, ambiaklah ayam untuak abang!” teriak Netri pada salah seorang Etoser. Tampaknya, salah seorang kursis, Netri, sengaja menyiapkan makanan untuk diberikan pada nama yang disebutnya itu. Begitu akrabnya suasana di Rumah CC ini.

Usai makan dan menikmati hidangan, para kursis diberikan materi tentang “Berbuat Kebaikan Dimanapun Berada” oleh Dhila, salah seorang Etoser.

Di akhir acara, kepala sekolah Rumah Cita-cita, Khairul Anami menyampaikan sambutan dan pesan penting kepada para kursis agar rajin belajar dan berusaha mendapat nilai yang baik di masing-masing sekolah.

“Kami berharap agar adik-adik Rumah CC bisa menjalankan nasehat yang disampaikan dengan baik. Harus belajar dengan giat tidak hanya saat menghadapi ujian, harus bisa puasa penuh karna nanti akan ada hadiah dari etoser bagi yg puasanya penuh, dan insyaAllah Rumah CC akan mulai PBM kembali ba’da idul fitri,” tutur Khairul saat diwawancarai Rabu (3/5).

Kekhidmatan acara tersebut tidak hanya berakhir sebatas makan-makan, karena di akhir acara para kursis dan Etoser berfoto bersama dengan beragam ekspresi yang menggembirakan. (bom/nisa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*