Sindrom Patah Hati Menyebabkan Masalah Pada Jantung

Ilustrasi patah hati

Ilustrasi patah hati

PADANGTODAY.COM– Semua yang pernah jatuh cinta tentu juga sudah akrab dengan patah hati. Patah hati tak hanya menyakiti perasaan dan mental, namun faktanya juga bisa memicu masalah fisik. Broken Heart Syndrome atau sindrom patah hati namanya. Sindrom ini merupakan kondisi medis yang bisa menyebabkan masalah ada jantung, dan bahkan bisa memicu kematian.

Apa itu Sindrom Patah Hati?
Sindrom patah hati secara ilmiah dikenal sebagai cardiomyopathy atau takotsubo cardiomyopathy. Sindrom patah hati merupakan kondisi kesehatan ketika stres yang ekstrem bisa menyebabkan masalah jantung yang gawat dan bahkan menyebabkan gagal jantung. Biasanya sindrom ini lebih banyak terjadi pada orang di atas usia 50 tahun, namun bukan tak mungkin juga dialami orang yang lebih muda.

Beberapa gejala sindrom patah hati hampir sama dengan serangan jantung. Kedua kondisi tersebut sama-sama menyebabkan rasa sakit pada dada dan napas yang pendek-pendek.

Pada beberapa kasus, sindrom patah hati juga bisa menyebabkan detak jantung yang tak teratur atau justru berhenti berdetak selama beberapa waktu. Ini bisa terjadi karena jantung terlalu lemah untuk memompa darah dan memenuhi kebutuhan asupan darah pada seluruh tubuh. Jika ini terjadi, akibatnya bisa fatal dan bisa menyebabkan kematian apabila tak segera ditangani.

Banyak orang tak menyadari mereka terkena sindrom patah hati dan berpikir mereka mengalami serangan jantung. Meski begitu, keduanya sangat mirip dan sebaiknya sama-sama ditangani dengan serius. Orang biasa tak bisa membedakan serangan jantung dengan sindrom patah hati. Hanya setelah menjalani pemeriksaan keduanya bisa diketahui.

Lantas, apa yang menyebabkan sindrom patah hati? Sindrom patah hati tak seperti serangan jantung yang disebabkan oleh tersumbatnya pembuluh darah. Hingga saat ini tak diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan sindrom patah hati. Meski begitu, pemicunya bisa jadi hal-hal yang berbau emosional dan menyebabkan stres pada tubuh.

Beberapa penyebab sindrom patah hati di antaranya adalah kematian orang yang dicintai, perceraian atau putus cinta, kehilangan pekerjaan, vonis penyakit yang menakutkan, kejutan yang terlalu ekstrem, dan hal-hal lain yang bisa menyebabkan stres dan tekanan secara fisik maupun mental.

Sindrom patah hati dimulai dari stres yang berlebihan. Bahayanya, sindrom ini bisa menyebabkan gagal jantung dan bahkan memicu kematian. Namun kabar baiknya, sindrom patah hati masih bisa dicegah dan bisa disembuhkan jika kerusakan pada jantung tak terlalu parah.

(kun/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*