SKK Migas Pesimis Lifting Minyak Akan Naik

skk-migasJakarta, PADANGTODAY.com – Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pesimis lifting minyak akan naik meski Indonesia telah berganti presiden. Lifting minyak Indonesia saat ini hanya bertumpu pada lapangan yang sudah tua dan sudah digarap berpuluh-puluh tahun.

“Siapapun Presidennya minyak tetap turun produksinya, seperti di minyak Minas dan Duri yang telah berproduksi sejak 1940-an, dengan cadangan 9 miliar barel itu sudah habis,” kata Sekretaris SKK Migas, Gde Pradnyana di FX, Senayan, Jakarta, Rabu (24/9).

SKK Migas mengakui penurunan produksi minyak membuat lembaganya tidak nyaman. Terutama saat situasi harga minyak dunia sedang mengalami kenaikan. Kondisi ini akan memperburuk keuangan negara karena harus mengimpor dengan nilai lebih besar. “Karena setiap kenaikan Rp 100 itu, negara harus memikul Rp 3 sampai Rp 4 triliun,” tegasnya.

Gde mengatakan, Indonesia bagian barat merupakan daerah penghasil minyak berlimpah dan Indonesia timur lebih cenderung menghasilkan gas. Tetapi, harga gas dalam negeri dijual dengan harga murah, sedangkan ekspor dijual dengan mahal.

Bahkan, harga gas dalam negeri, hanya separuh harga ekspor. “Fakta yang harus kita sadari apa prioritas kita, memaksimalkan penerimaan negara atau memperbesar cadangan dengan tidak mengambil terlalu banyak,” katanya.(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*