Songsong 1 Abad, Diniyyah Butuh Rp103 M Kembangkan Infrastruktur

Padangpanjang, TODAT—Menuju satu abad, mendidik generasi membangun negeri, Perguruan Diniyyah Puteri Padangpanjang targetkan pengembangan pembangunan infrastruktur baru dengan prakiraan anggaran mencapai Rp103,4 milliar.

Advertisements

Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri, Fauziah Fauzan El Muhammady menyebut di tengah genap berusia 96 tahun sejak berdiri pada 1 November 1923 silam, perguruan yang banyak melahirkan tokoh bangsa dan pernah dilawat Bung Karno pada 1942 itu, terus berkomitmen berjuang dalam meningkatkan kualitas SDM puteri bangsa sebagai muslimah yang kokoh.

“Ini adalah spirit Ibunda Rahmah El Yunusiyah, yang juga telah melahirkan banyak tokoh wanita dari perguruan yang didirikannya pada 96 tahun lalu. Di antaranya anggota DPD RI, Emma Yohana dan Nurhayati Subakat, pengusaha kosmetik sukses hingga ditaraf internasional,” ungkap Fauziah usai peringatan 96 Tahun Diniyyah Puteri di komplek perguruan tersebut, Sabtu (2/11).

Di kematangan usia dan menuju satu abad, perguruan tersebut saat ini dikatakannya tengah menargetkan pengembangan sarana dan prasarana dengan 5 item pembangunan besar. Yakni selain Asrama Santri dengan biaya Rp6,9 miliiar, juga ditargetkan untuk pembangunan Internastional Institute of Education Rahmah El Yunusiyah, Lab Science, Tahfizul Quran dan Gelanggang Olahraga (GOR) Indor.

“Kita punya mimpi untuk memberikan yang terbaik bagi santri. Insya Allah di usia satu abad nanti, semua impian pembangunan yang membutuhkan anggaran cukup besar ini bisa terwujud. Untuk asrama santri, saat ini telah berjalan dan hanya butuh biaya sedikit lagi sekira Rp500 juta,” tutur Fauziah.

Wakil Wali Kota Padangpanjang, Asrul pada kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa keberadaan perguruan Diniyyah Puteri secara tidak langsung merupakan aset daerah yang sangat besar. Peringatan Milad ke-96 tahun, adalah pembuktian eksistensi perguruan yang sangat matang di tengah terpaan peralihan zaman seperti saat ini.

Dikatakan Wawako Asrul, sekolah khusus puteri ini merupakan pengembangan Diniyyah School yang sebelum hanya menampung siswa putera. Menjadi bagian dari ikon kota sebagai kota pendidikan, Diniyyah Puteri salah satu yang tidak dapat terpisahkan dari label tersebut karena masih mampu bertahan hingga di usianya yang ke-96 tahun.

“Diniyyah Puteri telah menjadian bagian aset Kota Padangpanjang yang berdiri menjadi ikon pendidikan. Karena itu, Pemerintah Kota (Pemko) telah menganggarkan bantuan senilai Rp500 juta untuk mendorong pelaksanaan pembangunan di perguruan ini,” ucap Wako Asrul. (ka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*