Sosialisasi Hak-Hak Pekerja Perempuan dr. Rio : “Jangan Pernah Mengabaikan Hak Dari Pekerja Perempuan”

Padang Panjang, Padang-Today.com – “Setiap pekerja perempuan yang bekerja harus mendapatkan haknya sesuai dengan kewajiban yang telah dilaksanakannya,” kata Pjs. Walikota Padang Panjang yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Alam dr. Rio Akhdanelly, M.Kes dalam membuka acara Sosialisasi Hak-Hak Pekerja Perempuan di Kota Padang Panjang, Senin (23/4).Acara yang diadakan selama dua hari tersebut (Senin dan Selasa) diikuti oleh 20 orang peserta, dan mendatangkan beberapa nara sumber, salah satunya Pimpinan Perguruan Diniyyah Putri Fauziah Fauzan Elmuhammady, SE, Akt.MSI.

Advertisements
  1. Rio mengatakan, secara umum hak-hak perempuan dalam bekerja diatur dalam Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak nomor 5 tahun 2015.

“Jangan pernah sama-kan hak perempuan dengan laki-laki, perempuan harus mendapatkan perlindungan, perlakuan yang wajar, dan bekerja sesuai dengan kodratnya,” kata dr.Rio.

Hak – hak dari pekerja perempuan perlu diberikan, dan bagi perusahan-perusahaan yang ada dimanapun khususnya Kota Padang Panjang jangan pernah mengabaikan masalah ini, lanjut dr. Rio.

“Semoga dengan adanya sosialisasi ini semua perusahaan yang ada dapat memberikan hak seorang pekerja perempuan sesuai dengan kewajibannya, serta dapat juga menjawab semua pertanyaan para perempuan apa saja hak yang harus mereka terima dalam bekerja nantinya,” tutup dr.Rio.

Sedangkan Pimpinan Diniyyah Putri yang akrab disapa Zizi mengatakan, tema yang akan dibahas dalam sosialisasi meliputi Pendidikan, Kinerja dan Hak-Hak Pekerja Perempuan, ini sesuai dengan Undang- Undang no 13 tahun 2003 tentang hak-hak pekerja.

Didalam hidup ini, semua manusia baik kaum hawa dan adam diajarkan tidak menuntut hak terlebih dahulu, tetapi harus ada dasar kewajiban yang akan dituntut.

“Dasar kewajiban kita berkaitan dengan keterampilan dan kinerja, kalau dua itu sudah memadai baru kita tuntut hak kita,” jelas Zizi.

Lebih lanjut Zizi mengatakan, sosialisasi ini nantinya akan memberikan penyadaran kepada kaum perempuan, bahwa perempuan itu boleh bekerja karena dalam perintah islam bekerja itu adalah ibadah.

“Kita akan berikan kesadaran kepada perempuan mana hak yang harus mereka dapatkan disamping itu mereka juga harus menyelesaikan tanggung jawab kinerja mereka dahulu, baru setelah itu menuntut haknya,” kata Zizi.

Disamping itu Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPKBPPPA) yang diwakili Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dra. Laswarni mengatakan, Kegiatan ini diadakan dengan tujuan agar para pekerja perempuan khususnya yang bekerja di Padang Panjang dapat mengetahui hak-hak apa saja yang harus mereka terima setelah bekerja.

“Kaum perempuan harus tau apa saja hak yang diterimanya setelah melaksanakan kewajibannya, jangan hanya bekerja saja tapi hak kita tidak terpenuhi, ” kata Laswarni.

Sekarang ini sudah banyak permasalahan yang mendeskriminasikan hak perempuan, untuk itu kaum perempuan harus mengetahui apa saja hak-hak yang harus mereka terima.

“Khusus untuk Kota Padang Panjang mari kita tingkatkan kualitas hidup pekerja perempuan, sebagai seorang perempuan jangan hanya menghandalkan penghasilan suami saja, kita harus bisa mandiri,” kata Laswarni.

Semoga dengan acara ini para perempuan nantinya dapat mengetahui hak-hak yang harus diterima setelah melaksanakan kewajibannya, tutup Laswarni. (*).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*