Sosialisasikan Bakajang Bersama Tokoh Adat di RRI, Wabup Ferizal Turut Sampaikan Harau Menuju Dunia

Wabup Ferizal Ridwan, ketika menjadi narasumber dialog interaktif di RRI Pro-3 FM Padang, Minggu (26/6) pagi.

Wabup Ferizal Ridwan, ketika menjadi narasumber dialog interaktif di RRI Pro-3 FM Padang, Minggu (26/6) pagi.

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Tradisi Bakajang di Nagari Gunuang Malintang merupakan salah satu ikon seni budaya masyarakat di Limapuluh Kota. Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota sendiri menyatakan akan terus mendorong agar tradisi tersebut dapat terus dilestarikan masyarakat, sebagai upaya menjaga tradisi, mambangkik batang tarandam.

“Bakajang, merupakan pekan alek nagari yang digelar guna memeriahkan hari raya Idul Fitri di Kabupaten Limapuluh Kota,” kata Wabup Ferizal Ridwan, ketika menjadi narasumber dialog interaktif di RRI Pro-3 FM Padang, Minggu (26/6) pagi.

Dalam dialog yang disiarkan on-air di radio nasional yang dipandu oleh salah seorang penyiarnya itu, Ferizal turut mengajak Kabid Pariwisata Refrison, serta dua tokoh adat Kenagarian Gunuangmalintang sebagai narasumber. Salah satunya Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Dt Bandaro, serta anggota kerapatan adat lainnya.

Dipaparkan Wabup Ferizal, Bakajang merupakan salah satu tradisi silaturrahmi yang dilakukan masyarakat Gunuangmalintang, menggunakan perahu atau sampan. Alek ini biasanya dilakukan setelah hari raya Idul Fitri, di mana tujuannya yakni meningkatkan silaturrahmi di antara anak-kemenakan 4 suku di Batang Mahat.

Acara alek Bakajang, ditambahkan Ferizal, merupakan warisan nenek-moyang yang terus digalakkan masyarakat hingga sekarang.

“Bakajang juga berarti memperbaharui. Dulu, pelaksanaan manjalang sanak saudaro ini, dilakukan memakai sampan. Inilah yang dilakukan para pendahulu, yang kini masih menjadi tradisi,” papar Ferizal.

Adapun Batang Mahat yang melintasi Nagari Gunuangmalintang, lanjutnya, pada zaman dahulu merupakan salah satu akses alternatif yang digunakan masyarakat. Pada waktu itu belum ada akses jalan sebagai jalur penghubung antara satu daerah ke daerah lain. Selain itu, Bakajang biasa dimulai pada hari keempat di bulan Syawal.

Setelah menyosialisasikan sejarah tradisi Bakajang, Wabup Ferizal sempat menerima telepon dari para pendengar RRI Pro-3. Salah satunya dari seorang penelepon bernama Haryono asal Madiun. Kepada Wabup Ferizal, Haryono sempat menayakan berbagai hal terkait tradisi Limapuluh Kota, termasuk apa saja destinasi wisata yang ada di daerah tersebut.

Penelpon lainnya bernama Biwisono juga menanyakan terkait upaya pelestarian atau penggunaan logat bahasa daerah di daerah Limapuluh Kota. Wabup Ferizal sempat menjawab berbagai pertanyaan para pendengar RRI Pro-3 yang masuk. Selain itu, Wabup Ferizal juga menyosialisasikan salah satu program pariwisata Pemkab, yakni Harau Menuju Dunia.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*