Sriwijaya FC Jadi Korban Keangkeran Agus Salim

Pelatih Kepada Semen Padang Nilmaizar didampingi pencetak dua gol Semen Padang, memberikan keterangan kepada media.

Pelatih Kepada Semen Padang Nilmaizar didampingi pencetak dua gol Semen Padang, memberikan keterangan kepada media.

PADANG,PADANGTODAY.COM-Stadion Agus Salim benar -benar angker bagi tim lawan. Buktinya, Sriwijaya FC yang diunggulkan di TSC, tidak bisa berbuat banyak, setelah dalam laga yang ditabuh, Jumat (15/7),Supardi dkk harus mengangkui keunggulan tuan rumah Semen Padang 2-1 (1-1).
Dua gol kemenangan Semen Padang dalam derby Sumatera ini dipersembahkan pemain terbaik Ranah Minang Irsyad Maulana menit ke-37 dan 80. Sedangkan satu gol, Sriwijaya FC dipersembahkan pemain belakang mereka Mauricio menit ke-21.
Kemenangan penting ini juga mengangkat posisi Semen Padang kepapan atas klasemen sementara dengan meraih poin 16 dari 10 kali main, 5 kali menang, sekali seri dan 4 kali kalah.
“Kita Sangat bersyukur dengan hasil ini, semua pemain tampil sangat luar biasa dalam laga ini. Ini kemenangan penting bagi kita,” ujar Pelatih Semen Padang Nilmaizar usai pertandingan
Menjaga keperawanan Stadion Agus Salim dari kekalahan, Semen Padang langsung mengambil kendali serangan. Usaha itu, cukup berhasil dengan terciptanya beberapa peluang, namun karena penyelesaian akhir yang kurang sempurna, peluang emas itu gagal menghasilkan gol.
Semen Padang dikejutkan gol Sriwijaya FC lewat aksi Mauricio, setelah pemain belakang Sriwijaya ini memanfaatkan bola servis, mantan pemain Semen Padang, Yu Hyun Ko. Terkejut dengan gol Sriwijaya itu, Semen Padang makin meningkatkan gempuranya. Beberapa peluang kembali tercipta, puncaknya terjadi di menit ke-37, Irsyad Maulana yang lepas dari pengawalan lini belakang Sriwijaya, sukses melesatkan gol, setelah memanfaatkan umpan matang, Marcel Silva di sektor kanan pertahanan Sriwijaya FC.
Dalam kedudukan 1-1, pertandingan semakin menarik. Semen Padang terus melakukan tekanan kepertahanan Sriwijaya FC, namun hingga turun minum, usaha keras Semen Padang untuk menambah gol gagal, meski beberapa peluang kembali tercipta.
Di babak kedua, Sriwijaya FC merubah pola permainannya, dengan lebih menyerang, strategi itu dilakukan memasukkan pemain baru, Alberto Goncalves dan menarik keluar mantan pemain Semen Padang, Airlangga Sucipto.
Namun, masuknya pemain asing ini, tidak banyak membantu. Buktinya, Semen Padang makin leluasa melakukan tekanan. Beberapa peluang kembali diciptakan Hengki Ardiles dkk. Namun, karena penyelesaian akhir yang kurang sempurna, peluang emas itu kembali gagal menghasilkan gol.
Melihat kondisi itu, Semen Padang juga melakukan perubahan dengan memasukkan pemain yang lebih segar. Mekan Nasyrov, Nur Iskandar ditarik keluar dan Nilmaizar memasukkan, Rudi dan Adi Nugroho. Masuknya, dua pemain baru ini, volume serangan Semen Padang makin meningkatkan. Kondisi ini, makin merepotkan pertahanan Sriwijaya FC.
Pada menit ke-85, Irsyad Maulana yang muncul dari lini kedua, kembali sukses melesatkan gol, setelah mantan pemain PPLP Sumbar memanfaatkan umpan matang Riko Simanjuntak di sektor tengah pertahanan Sriwijaya.
Tertinggal 1-2, Sriwijaya mencoba mengambil kendali serangan. Namun, strategi itu, tidak banyak membantu. Buktinya, hingga laga berakhir usaha keras Sriwijaya untuk menyamakan kedudukan tidak menuai hasil.
“Kita sudah berjuang. Semen Padang main sangat bagus. Kita kecolongan di menit-menit akhir. Hasil ini menjadi pengalaman bagi mereka untuk menghadapi pertandingan berikutnya,” ujar Pelatih Sriwijaya FC, Widodo C Putro. (can)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*